6 Ribu Orang Meriahkan Porseni III Kemenag Sulbar di Majene

On Minggu, Desember 29, 2019

MASALEMBO.COM


Peserta Porseni III Kemenag Wilayah Sulawesi Barat saat menggelar pawai davile di stadion Prasamya Mandar Majene. (Foto: Humas Setda Majene)


MAJENE, MASALEMBO.COM - Sekitar 6000 orang hadir memeriahkan pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) III Kementerian Agama Wilayah Sulawesi Barat, Minggu (29/12/2019) pagi.  Pembukaan ini event Kemenag Wilayah Sulbar ini diawali dengan devile para peserta. 

Sekitar 6000 peserta devile yang hadir memadati stadion prasamnya Mandar Majene berasal dari enam Kabupaten di Sulbar. Rincian peserta yakni Kanwil Kemenag Sulbar sebanyak 210 orang, Kemenag Majene 1750 orang, Polman 1530 orang, Mamuju 750 orang, Mamasa 300 orang, Mateng 220 orang, Pasangkayu 250 orang dan STAIN Majene 150 orang.

Ketua Panitia kegiatan Kamaruddin mengatakan, Porseni ini akan berlangsung dari tanggal 29 Desember 2019 hingga 3 Januari 2020, dilaksanakan di dalam Kota Majene.


Pawai davile Poraeni III Kemanag Sulbar di Stadion Prasamya Mandar Majene. (Foto: Humas Setda Majene)

"Maksud dan tujuan kegiatan ini memberikan kesempatan bagi ASN dan non ASN di lingkup Kanwil Kemenag Sulbar untuk mengembangkan bakat dan kemampuan di bidang olahraga dan seni," ucap Kamaruddin.

Selain itu, event ini sebagai sarana memupuk memelihara dan menggalang rasa persatuan dan persaudaraan dalam keluarga besar Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat.

Kepala Kanwil Kemenag Sulbar Mufly BF dalam sambutannya mengatakan, Porseni ini untuk menyambut Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke 74 yang jatuh pada 3 Januari tahun 2020 dengan mengambil tema "Umat Rukun, Indonesia Maju". Tema ini dipilih karena pada hakekatnya agama berfungsi menyemai kebaikan, menebar kerukunan. "Kerukunan adalah pesan universal semua agama kepada umat manusia. Kerukunan akan membawa kebahagiaan, kerukunan adalah jalan menuju kesejahteraan dan kemajuan, kerukunan merupakan pintu maslahat bersama, dan hanya dengan sikap hidup beragama yang rukun Indonesia bisa maju," katanya.


Menyalakan api tanda dimulai Porseni III Kemenag Wilayah Sulbar di Kabupaten Majene. (Foto: Humas Setda Majene)

"Sambil menyampaikan salam kerukunan, izinkan saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, baik pemerintah daerah, para wakil rakyat di parlemen, majelis-majelis agama, dan tokoh agama, pers dan media, maupun seluruh lapisan masyarakat umat beragama, atas segala dukungan dan kerjasama yang telah diberikan kepada Kementerian Agama selama ini. Semoga dukungan dan kerjasama ini semakin efektif dan produktif di masa-masa mendatang," ucap Mufly.

Di akhir sambutan, Kakanwil Kemenag berpesan, seluruh jajaran Kementerian Agama Sulbar dapat memaknai bekerja sebagai ibadah, bekerja melayani masyarakat adalah sebuah kehormatan. "Mari menjalankan pengabdian dengan sikap amanah dan keikhlasan, dan jangan sekali-kali mempermainkan jabatan," harapnya.

Sementara itu, bupati Majene Fahmi Massiara dalam mengatakan, selaku Pemerintah Daerah serta segenap jajaran serta masyarakat Kabupaten Majene mengucapkan selamat datang kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat beserta seluruh jajarannya dan tamu undangan di Kabupaten Majene Bumi Assamalewuang dalam rangka pembukaan Porseni III Kementerian Agama.


Sekprov Sulbar Muhammad Idris DP, bupati Majene Fahmi Massiara dan Kakanwil Kemenag Sulbar Mufly melepas balon ke udara di pembukaan Porseni III Kemenag Sulbar. (Foto: Humas Setda Majene)

Kehadiran para peserta kata Fahmi, merupakan suatu kebahagiaan dan kehormatan tersendiri bagi Pemkab Majene karena telah menjadikan Bumi Assamalewuang menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan kegiatan Porseni III tahun ini.

 "Saya memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh kontingen peserta Porseni III Kementerian Agama Sulawesi Barat untuk senantiasa menjaga dan memelihara perdamaian yang berkelanjutan di Kabupaten Majene yang kita cintai bersama ini," ucap Fahmi.

Sekretaris Provinsi (Sekprov Sulbar) Muhammad Idris DP yang hadir mewakili gubernur mengatakan, Kementerian Agama hadir untuk mengatur, membimbing, melayani serta melindungi semua pemeluk agama di negara kesatuan Republik Indonesia. Maka pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Agama menyertai denyut nadi kebangsaan kita, yang terus-menerus menjaga semangat penguatan umat.


Kontingen Kemenag Mamasa menggelar antraksi saat pawai davile pada pembukaan Porseni III Kemenag Sulbar di Majene. (Foto: Humas Setda Majene)

"Karena itu melalui Porseni ke-3 Kementerian Agama Sulawesi Barat ini, saya berharap agar dapat menunjukkan kematangan dan kedewasaan di dalam menghadapi berbagai persoalan di dalam pembangunan bangsa dan negara khususnya di bidang keagamaan di Sulawesi Barat," ucap Idris dalam sambutannya. 

Mantan Deputi LAN Makassar itu mengatakan, kedepan, tantangan kehidupan beragama tidak semakin mudah, tetapi mungkin semakin berat dan kompleks, jika kita tidak mempersiapkan diri dengan baik, baik fisik maupun mental, maka bukan tidak mungkin eksistensi Kementerian Agama akan dipertanyakan.

"Selaku Sekprov Sulawesi Barat mewakili Gubernur Sulbar, menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulbar, dan seluruh jajarannya, Pemerintah Daerah Kabupaten Majene, seluruh panitia, para peserta Porseni ke-3 Kemenag Sulawesi Barat, dan segenap masyarakat, yang dengan ketulusan hati bersama-sama mencurahkan pikiran, waktu dan tenaga demi suksesnya penyelenggaraan pembukaan Porseni ketiga Kementerian Agama Sulawesi Barat di Kabupaten Majene," tutup Idris.

Usai sambutan, dilanjutkan dengan pemukulan gong dan pelepasan balon keudara sebagai tanda dibukanya Porseni ke III Kementerian Agama Sulbar di Bumi Assamalewuang Majene.

Untuk diketahui, kegiatan Porseni Kemenag Sulbar ini akan mempertandingkan sejumlah cabang olahrga dan seni, yakni
Volly, Bulutangkis, Tennis Lapangan, Tennis Meja, Sepak Takraw, Sepak Bola, Senam Kebugaran, Tarik Tambang. Untuk Cabang Seni, Qasidah, Mars dan Himne DWP, Cerdas Cermat, Daur Ulang dan Spontanitas, Kemenag Idol dan Paduan Suara. (har/red)

comments