PDGI: Hanya 7,1 Persen Masyarakat Sulbar Sikat Gigi Tepat Waktu

On Thursday, January 23, 2020

MASALEMBO.COM

Talk Show dalam rangka HUT PDGI ke 70, digelar di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Majene. (Foto: Taufik untuk Masalembo.com)


MAJENE, MASALEMBO.COM - Hasil riset Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) hanya 7,1 persen masyarakat Sulbar melakukan sikat gigi di waktu yang tepat. Hal itu terungkap pada Talk Show Upaya Penurunan Prevalensi Stunting Melalui Peningkatan Kesehatan Gigi dan Mulut, Kamis (23/1/2020) di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Majene.

Talk Show ini digelar PDGI bekerjasama Tim Penggerak PKK Kabupaten Majene, menghadirkan Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Ketua PDGI Cabang Majene drg Idhan Halik mengatakan, kenyataan tersebut tentu berpengaruh pada kasus stunting yang menjadi isu kesehatan selama ini. Stunting kata Idhan, merupakan salah satu isu prioritas kesehatan di Indonesia selama hampir 10 tahun lebih terakhir. Ironinya, dalam 10 tahun ini, prevalensi stunting tidak signifikan mengalami penurunan sehingga masalah ini harus segera diatasi. 


Wakil bupati Majene H Lukman menerima cendramata dari pengurus PDGI Cabang Majene. (Foto: Taufik untuk Masalembo.com)

Idhan mengatakan, persoalan stunting di Indonesia termasuk di Sulbar dan Kabupaten Majene tak bisa dilepaskan dari semua aspek kesehatan, termasuk kesehatan gigi dan mulut.

"Penurunan stunting memerlukan intervensi yang terpadu mencakup intervensi spesifik dan intervensi sensitif," kata drg Idhan.

Idhan mengatakan, PDGI Majene akan berkomitmen untuk ikut dalam upaya turun ke semua wilayah di Majene untuk melakukan pemeriksaan gigi dan mulut sekali sebulan.

"Kepada Ibu Desa dan Ibu Lurah mari kita jadikan skala prioritas, bagaimana mengedukasi kepada warganya untuk rajin memeriksakan mulut dan giginya ke Puskesmas dan ditangani oleh dokter gigi," ujarnya.

Sementara itu, wakil bupati Majene yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, persoalan gigi yang kita bicarakan hari ini sangat bagus. Alasannya kata Lukman, karena ujung dari semua kesehatan adalah persoalan gigi. 

"Bila gigi kita sehat maka kita bisa menerima asupan gizi yang baik pula," ujar Lukman.

Talk Show Upaya Penurunan Prevalensi Stunting Melalui Peningkatan Kesehatan Gigi dan Mulut ini, digelar dalam rangka HUT ke 70 Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). Tema kegiatan ini "Dokter Gigi Unggul, Indonesia Maju."

Adapun tujuan kegiatan ini, untuk memberikan informasi tentang pentingnya memelihara kesehatan gigi dan mulut sejak dini sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap penurunan prevalensi stunting. Selain itu, Talk Show diharapkan dapat memberikan gambaran korelasi stunting dengan kesehatan gigi dan mulut.


Tampak wakil bupati Majene H Lukman, Ketua PKK Fatmawati, dan Pengurus PDGI Cabang Majene. (Foto: Taufik untuk Masalembo.com)

Ketua Tim Penggerak PKK Cabang Majene Fatmawati Fahmi di kesempatan ini, menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Unhas yang sudi melungkan waktunya datang ke Majene. Tak lain tujuannya untuk mengedukasi jajaran TP PKK Majene terkait masalah stunting dari berbagai aspek.

"Saya akui bahwa PDGI Majene ini sangat proaktif dalam memperingati HUT PDGI, selalu berinovasi dalam setiap acaranya," ucap Fatma.

Fatma mengaku, berbagai upaya telah dilakukan Pemkab Majene untuk persoalan stunting. Begitu pula TP PKK sebagai mitra pemerintah sudah sangat luar biasa dalam hal penanganan stunting. 

"Alhamdulillah saat ini kembali lagi kami dibantu oleh PDGI. Ini akan semakin mempercepat penanganan stunting di Majene. Semua yang terkait didalamnya mengambil bagian dan punya andil yang luar biasa," ucapnya.

Adapun peserta kegiatan ini, adalah anggota Tim Peggerak PKK Kabupaten, Kecamatan hingga Kelurahan dan Desa. Jumlah 120 orang dari delapan kecamatan di Majene. (har/red)

comments