Ikut Numpang Bus Sekolah, Haji Lukman: Tidak yang Mau Jadi Wakil Bupati?

On Monday, February 10, 2020

MASALEMBO.COM

Wabup Majene Haji Lukman saat berbincang dengan siswa SMP di atas bus sekolah. (Foto: Egi/Masalembo.com)


MAJENE, MASALEMBO.COM - Wakil bupati Majene Haji Lukman menyempatkan diri menumpangi armada bus sekolah yang mulai beroperasi hari ini, Senin (10/2/2020). Bus sekolah baru dibeli itu bakal beroperasi di dalam kota Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat.

Wabup Lukman ikut menumpang bus milik Pemkab Majene yang dilauncing hari ini dengan melakukan perjalanan melewati rute yang sudah ditentukan. Bus itu sengaja diperuntukkan untuk mengantar pergi dan pulang sekolah murid-murid SD, siswa SMP dan juga SMA di kota Majene.

Nah, ada yang menarik kala wabup Lukman berkesempatan menyapa sambil berbincang dengan puluhan siswa SMP dalam bus.  

"Kamu mau jadi apa," tanya Haji Lukman kepada salah seorang siswa yang duduk berhadapan dengannya.

"Mau jadi dokter Pak," jawab pelajar berkerudung itu.

"Kalau ini mau jadi apa, cita-citanya apa," tanya Lukman menunjuk siswa yang lain.

"Tentara Pak," ucap siswa itu.

Beberapa siswa juga mendapat giliran pertanyaan yang sama dari Sang Wakil Bupati. Ada yang mau jadi guru, dokter, tentara, perawat bahkan jadi ustadz. Lantas wabup melanjutkan pertanyaan, "tidak ada ya yang mau jadi wakil bupati?

Anak-anak SMP lantas terdiam, mata mereka melotot ke arah orang nomor 2 di Majene itu. Pak Wakil Haji Lukman pun tarlihat sumringah.

"Kok tidak ada yang mau jadi wakil bupati ya," ucapnya.

"Mungkin ya karena wakil bupati cuma satu, jadi susah. Ya sudah mending jadi guru," lanjutnya tertawa ringan.

Wakil bupati Majene yang punya latar belakang guru ini lalu bercerita. Ia juga terdengar menyempaikan pesan-pesan moral dan inspiratif kepada anak-anak SMP di dalam bus yang melaju pelan mengitari kawasan Baurung. Ia juga berpesan agar bus sekolah dijaga oleh semua siswa. "Jangan dicoret-coret," pintanya.

Bus ini memang mengambil rute ke arah selatan kota Majene. Satu bus lagi mengambil rute ke arah utara ke bagian Rangas dan sekitarnya. Dua bus ini baru dibeli Pemkab dengan alasan bus yang sebelumnya beroperasi sudah tak layak pakai. 

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Majene Kasman Kabil mengatakan, kedua bus ini dibeli dari APBD 2019. Sebelumnya Pemkab Majene juga memiliki armada bus sekolah namun kebanyakan sudah tak layak pakai. Dua unit bus sekolah yang selama ini melayani anak-anak pelajar dalam kota akan ditarik ke kecamatan sebab bus yang ada di kecamatan sudah tak layak pakai.

"Untuk bus yang ada di kecamatan pastinya nanti kita lihat, kalau masih bisa diperbaiki kita akan perbaiki. Tapi, yang sudah rusak kita akan lelang, nanti hasilnya kita beli yang baru," ujar Kasman.

Kasman mengatakan Pemkab Majene akan kembali menganggarkan pembelian bus sekolah di tahun 2021 mendatang. Pengadaan bus sekolah masih sangat dibutuhkan untuk membantu pelajar bukan hanya di dalam kota tapi hingga ke daerah kecamatan.

"Jadi Insya Allah tahu depan (2021) kita anggarka lagi. Tahun ini belum bisa karena ada (anggaran) Pilkada," ujar Kasman yang ikut serta dalam launching bus sekolah baru milik Pemkab Majene. (har/red)









comments