-->
https://rajaview.id/l1zfvR2Icz3Zr9hvg4vbpSO76Foy6i8uVNn6HXHq

Hot News

2 Kecamatan di Majene Jadi Lokus Kampung Reforma Agraria 2020

On Tuesday, April 21, 2020

MASALEMBO.COM

Bupati Majene Fahmi Massiara hadiri rapat koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria, Selasa, 21 April 2020. (Foto: Humas Setda Majene)


MAJENE, MASALEMBO.COM - Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Tahun 2020 Kabupaten Majene menetapkan Kecamatan Banggae dan Bangge Timur  sebagai Lokus Kampung Reforma Agraria tahun 2020.

Dua kecamatan tersebut dianggap memenuhi kriteria sebagai penerapan Kampung Reforma Agraria 2020.

Sektor yang akan diintervensi diantaranya Sentra Bawang merah di Lingkungan Pu’awang  (Kecamatan Banggae Timur). Pengembangan Ternak Kambing di Kelurahan Galung dan Pengrajin Pandai Besi di Desa Pamboborang (Kecamatan Banggae).

Program Kampung Reforma Agraria merupakan Program Nasional. Yaitu, upaya redistribusi tanah yang dipadukan dengan penataan (melalui konsolidasi tanah) yang disertai dengan pemberian akses berupa pembangunan jalan dan rumah oleh pemerintah daerah.

Semua kegiatan tersebut terintegrasi program lintas sektor, yang melibatkan unsur kementerian/lembaga lain serta pemerintah daerah setempat.

Menurut Konsultan Kampung Reforma Agraria Adnan, untuk lokasi tersebut akan di intervensi sesuai potensi yang dimiliki.

Sebelumnya, ia juga memaparkan 14 potensi yang tersebar di delapan Kecamatan di Majene yang bisa dikembangkan, mulai dari sektor pertanian, peternakan, UKM dan lainnya.

"Sesuai hasil rapat tersebut, untuk potensi pertanian, peternakan dan UKM akan diintervensi, seperti pembuatan jalan tani, pengendalian hama serta peningkatan SDM hasil panen dan promosi pasar," ujar Adnan. 

Kepala BPN Majene Andi Mappangile mengatakan, setelah penentuan Lokus, selanjutnya akan diagendakan survei lapangan bersama tim Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Majene.

“Kita akan survei di lapangan, setelah rapat pada bulan depan, bersama tim akan meninjau langsung lokasi yang kita tunjuk sebagai kampung reforma agraria,” jelasnya saat rapat Rapat Koordinasi Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Tahun 2020 di ruang Rapat Wakil Bupati Majene, Selasa, (21/04/2020).

Sementara itu, Bupati Majene Fahmi Massiara yang membuka rapat koordinasi tersebut menyebutkan, untuk memksimalkan program kampung reforma agraria, langkah taktis yang harus dilakukan dengan menyingkronkan program kerja di OPD terkait, Khususnya pemberdayaan masyarakat.

Termasuk, dengan mengembangkan  komoditas yang sesuai dengan lahan serta analisa jumlah dan luas lahan di kampung reforma agraria tersebut.

Fahmi berharap, dari hasil rapat koordinasi tersebut akan menghasilkan saran dan pandangan terkait langkah ke depannya. 

“Agar Tim Gugus Tugas Reforma Agraria Majene ini saling bahu membahu bekerja sesuai hasil yang didtetapkan hari ini, “ ucap Fahmi.

Adapun Tim Gugus Tugas Reforma Agraria yang turut hadir dalam perumusan lokasi tersebut diantaranya, Kepala Bapeda Majene, Kadis PTSP, Kadistanakbun, Kadis Perindustrian, Perdagangan dan UKM, Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta pejabat dari BPN Majene. (*)


Laporan: Misbah
Editor: Harmegi Amin

comments