Berdayakan Perempuan di Tengah Covid-19, Pemprov Sulbar Refocusing 30 Persen Anggaran MARASA

On Wednesday, April 22, 2020

MASALEMBO.COM

Launching Program MARASA Tahun 2020 dan Rapat Koordinasi dan Monitoring Langkah-langkah Penanganan Desa Tanggap Covid 19 di Sulbar, Selasa, 21 Maret 2020. (Foto: Dinas Kominfo Sulbar)


MAMUJU, MASALEMBO.COM - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat merefocusing 30 persen anggaran program MARASA (Mandiri, Cerdas dan Sehat) tahun 2020. Sebanyak 30 persen anggaran akan diarahkan kepada program padat karya perempuan.

Koordinator Provinsi Pendamping Desa Program MARASA Nurhamza mengatakan, recofocusing anggaran program MARASA ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kaum perempuan di tengah wabah Covid-19 saat ini. Apalagi dengan adanya himbauan tetap di rumah, perempuan menjadi orang pertama yang merasakan dampak sosial ekonomi dari wabah Covid-19.

"MARASA ini adalah program penanggulangan kemiskinan. Orang pertama yang paling merasakan beban kemiskinan adalah kaum perempuan. Oleh sebab itu anggaran sebesar 30 persen akan direfocusing untuk meningkatkan keterlibatan perempuan dalam program MARASA dengan melakukan PHBS," ujar Nurhamza pada Launching Program MARASA Tahun 2020 dan Rapat Koordinasi dan Monitoring Langkah-langkah Penanganan Desa Tanggap Covid 19 di Sulbar, Selasa (21/4/2020).

Nurhamza mengatakan, dengan kebijakan recofocusing ini, diharapkan perempuan Sulbar tetap tinggal di rumah. Nantinya, akan diberi bantuan sosial berupa sembako untuk menjaga kondisi ekonomi keluarga di tengah pandemi Covid-19. "Jadi pendekatan perhitungannya adalah perempuan. Bersama perempuan penanganan  Covid 19 di desa-desa dapat tertangani dengan baik. Semua dimulai dari rumah dan di rumah ada ibu yang dalam hal ini adalah perempuan yang bisa memulainya," ujar Nurhamza.

Di kesempatan ini, Nurhamza juga memberikan gambaran tentang program MARASA di tahun  2019. Menurutnya, dengan lokus 72 desa program yang dicanangkan Gubernur Ali Baal Masdat ini telah memberi stimulus yang baik dalam pemberdayaan masyarakat. Meski demikian ia mengakui masih terdapat beberapa catatan dalam perjalanannya. Misalnya, kaum perempuan lebih cenderung tidak terlibat. Kata Nur, jika dilihat dari info grafik padat karya tunai program MARASA maka terdapat sekitar 4.531 orang angkatan kerja. Dari angka ini, kaum  perempuan hanya berkisar 17,26 persen dan selebihnya didominasi oleh laki-laki. 

Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar yang hadir meresmikan pelaksanaan program MARASA 2020 ini menegaskan, bahwa lokus MARASA 2020 adalah 190 desa. Ia berharap melalui program Mandiri, Cerdas dan Sehat itu, maka desa-desa dapat berkembang serta bisa memberi perubahan kepada peningkatan ekonomi masyarakat, pemberdayaan masyarakat serta perkembangan potensi desa. 

“Saya berharap bahwa program MARASA 2020 dapat diarahkan untuk memberikan kontribusi dalam penanganan Covid-19. Data penerima bantuan harus jelas dan berjalan sesuai aturan yang berlaku," ucapnya ABM sebelum menutup acara yang berlangsung bertepatan peringatan hari Kartini itu. (Adventorial)


comments