Sinkronisasi Data BLT Majene: Penyaluran Tak Capai Kuota Rp5 Miliar

On Friday, May 22, 2020

MASALEMBO.COM

Bupati Majene Fahmi Massiara dan wakil bupati Lukman (Foto: Humas Setda Majene)


MAJENE, MASALEMBO.COM - Menindaklanjuti surat BPKP Sulawesi Barat, terkait hasil sinkronisasi data Dinsos dan pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Majene melalaui Tim Gugus Tugas Covid-19 Majene menggelar rapat sinkronisasi data pemberian BLT. Rapat tersebut dilaksanakan di ruang rapat Wakil Bupati Majene, Jumat 22 Mei 2020 siang.

Selain itu juga dibahas evaluasi penyaluran tahap pertama Bantuan Langsung Tunai (BLT) baik APBD dan APBDes yang bergulir sejak 12 Mei lalu.

Bupati Majene Fahmi Massiara menjelaskan, penyaluran BLT untuk APBD Desa dan APBD Majene perlu ditelaah, sekaitan dengan ketimpangan antara penerima BLT yang bersumber dari dana APBD Kabupaten dan Desa dan pusat. 

Ia menghimbau kepada tim agar penyaluran tahap kedua harus dipermantap sebelum dijadwal. Data harus disinkronkan baik dari pusat, kecamatan, Disdukcapil dan Dinsos. Ia mengambil contoh permasalahan pada tingkat Desa yang diketahui adanya penerima ganda. Terlebih lagi data pemerintah pusat yang tidak diketahui di tingkat pemerintah desa.

"Perlu sekarang, kita tanyakan jaminan kepada-kepala desa, bahwa penerima BLT memang wajar diberikan," ungkap Bupati

Senada dengan Fahmi, Wakil Bupati Lukman 
yang turut hadir mengatakan, semua pihak harus terkoneksi, terutama untuk tiga bulan ke depan, yang akan menjadi dasar perencanaan pemberian BLT lanjutan.

Sementara itu, untuk penyaluran BLT tahap pertama telah digelontorkan Rp3 Milyar dari Rp5 Milyar yang disiapkan.

Kepala BKAD Majene Kasman Kabil menyebutkan, banyaknya data ganda dan calon penerima yang tidak memenuhi syarat sehingga penyaluran BLT tidak memenuhi kuota.

"Kalau mengacu pada penyaluran tahap satu, hanya kisaran Rp3 Milyar maka total rata-rata yang dibayarkan selama tiga bulan hanya Rp9 Miliar dari Rp18 Miluar yang disiapkan untuk tiga bulan," sebutnya.

Kadisdukcapil Majene Asri Albar juga mengungkapkan, permohonan penerbitan Kartu Keluarga sebagai syarat penerimaan BLT telah dilakukan dengan maksimal. Tidak
ada toleransi jika memang tidak memenuhi syarat. 

Kadis Sosial Muh Jafar juga membeberkan data penyaluran Bansos BLT bulan Mei, dari jumlah KKM berdasarkan SK bupati sebanyak 8.179, namun yang tersalur 6.345 atau yang belum tersalur sebanyak1.821. Belum tersalurkannya secara 100 % , karna ada yang tidak hadir sebanyak 668, KKM data ganda 851 dan data KKM yang tidak sesuai berjumlah 42.

Rapat tersebut juga menyimpulkan agar paling lambat tanggal 26 Mei data penerima BLT tahap dua harus masuk di dinsos melalui camat masing-masing dibantu Dinas Sosial, Disdukcapil dan Bagian Anggaran.

Turut hadir Kepala PMD Majene, Camat Banggae, Banggae Timur dan Sendana. Juga Kepala BPBD dan Jubir Tim Gugus Tugas Covid-19 Kab Majene. (*)

Laporan: Tim Masalembo.com
Editor: Harmegi Amin

comments