-->

Di Tengah Pandemi, Karyawan PT Mamuang Ikhlas Saling Berbagi

On Tuesday, June 16, 2020

MASALEMBO.COM

Panen sawit (ilustrasi)


PASANGKAYU, MASALEMBO.COM - Di tengah masa pandemi Covid-19, ketika ketahanan pangan dan goncangnya ekonomi menjadi problematika utama, namun ada sekelompok masyarakat yang tergerak untuk membagikan sedikit rezeki mereka.

Realitas itu terlihat dari kegiatan karyawan PT Mamuang di Pasangkayu, Sulawesi Barat. Mereka dengan suka rela menyisihkan jatah beras mereka dari perusahaan untuk membantu warga desa sekitar mesipun mereka juga mengalami dampak yang sama akibat pandemi ini. 

“Kita sudah dikasih rezeki dan kesehatan sampai hari ini. Kita juga bersyukur masih ada pekerjaan dan gaji di perusahaan. Ini rasa syukur pada Tuhan yang sudah kasih rezeki seperti ini," kata Ubaid, mandor rawat Afdeling Lima PT Mamuang. 

Tanpa disuruh pria yang juga menjabat sebagai ketua serikat pekerja UK SPTP ini menghimpun anggotanya agar ikut berpartisipasi menyumbangkan bantuan kecil setiap bulannya. 

"Kita ikhlas, semoga bantuan kecil yang kita kumpulkan ini bisa meringankan saudara-saudara kita," tambahnya. 

Ia pun berharap agar pandemi ini segera berakhir dan keadaan bisa menjadi normal kembali. "Kegiatan sosial ini sudah dilakukan semenjak bulan Januari lalu dan telah didistribusikan langsung ke Desa Martasari, Desa Pajalele, Desa Polando Jaya, yayasan panti asuhan dan masyarakat lanjut usia yang terdata di beberapa desa," pungkasnya.

Ikatan sosial di tengah masyarakat. 

Tentu rasa peduli di kalangan karyawan itu tidak serta-merta. Salah satunya, ketika peristiwa gempa besar di Palu dua tahun lalu, masyarakat desa dan karyawan PT Mamuang juga sudah saling bahu membahu melewati kondisi itu. Waktu itu, hampir setiap hari ada bantuan dari masyarakat ke PT Mamuang untuk dikirimkan ke Palu.

Bahkan jauh sebelum itu, menurut Kades Desa Martasari I Wayan Sucana, bahwa ikatan sosial ini terjadi semenjak hadirnya perusahaan perkebunan kelapa sawit. Wayan dan keluarganya bertransmigrasi sejak 1987 ke Desa Martasari ini dan ia menyaksikan sendiri bukan hanya ikatan ekonomi namun juga ikatan sosial ini terbentuk sejak PT Mamuang hadir awal tahun 1990-an. 

Ia menilai bahwa ikatan tidak mungkin terbentuk dalam jangka waktu singkat. "Bukan soal perusahaan dan masyarakat lagi, namun semuanya sudah menjadi sebuah ikatan seperti saudara," katanya. (Adv/eds)


comments
close
Banner iklan disini