Puluhan Orang Datangi Kantor PT Toscano Pasangkayu, Ini Tuntutannya

On Thursday, June 11, 2020

MASALEMBO.COM

Massa aksi saat mendatangi kantor PT. TIP Kabupaten Pasangkayu. (Edison S)


PASANGKAYU, MASALEMBO.COM - Sekitar 70 mahasiswa dan warga Kelurahan Bambalamotu mendatangi kantor PT. Tascano Indah Pratama (TIP) Kabupaten Pasangkayu, Rabu (10/6/2020). Massa aksi tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bambalamotu (AMB).

Sebelum menggelar unjuk rasa, mahasiswa dan warga berkumpul di depan kantor kelurahan lalu berjalan kaki menuju kantor PT. TIP.

"Kami meminta pihak perusahaan agar segera mengeluarkan CSR-nya dan juga sesegera mungkin memasang kriteria buah sawit yang diterima, karena selama ini pihak perusahaan selalu mengambil keputusan dengan menolak atau memulangkan buah sawit masyarakat tanpa diketahui apa alasannya. Tidak adanya tranparansi tentang kriteria buah sawit dari pihak perusahaan ini," kata penanggung jawab aksi, Abdul Rahman.

Rahman juga meminta agar perusahaan segera menyepakati perjanjian pengadaan sumur bor yang hingga saat ini masih belum ada komitmen dan tindakan nyata dari perusahaan untuk memberikan penyelesaian atas masalah tersebut yang kegunaannya untuk pemanfaatan dan penggunaan air yang dibutuhkan oleh PT TIP.

Menurut Rahman, air sungai yang selama ini dimanfaatkan oleh pihak perusahaan, juga merupakan air yang selalu dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan rumah tangga. Bila musim kemarau, terkadang air sungai yang selalu dimanfaatkan masyarakat itu menjadi kering. Hal tersebut merugikan masyarakat setempat.

"Bagaimna tidak kalau air sungai itu juga dimanfaatkan oleh pihak perusahaan yang penggunaan debit airnya begitu besar ke perusahaan. Olehnya itu, saya meminta agar pihak perusahaan segera menyiapkan ketersediaan air bersih bagi masyarakat sekitar terutama waega Desa Kalola dan Kelurahan Bambalamotu," tegasnya.

Lebih jauh Abdul Rahman mengatakan agar PT TIP dapat mengatasi persoalan bau limbah yang sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Ia berharap tidak ada kerugian masyarakat oleh pihak perusahaan karena bau tak sedap itu. Selain itu, pihak perusahaan diminta agar segera membuat jalan baru serta memperbaiki jalan umum yang saat ini digunakan oleh perusahaan.

Abdul Rahman juga menyoroti rekrutmen tenaga kerja. Dia mengatakan rekrutmen tenaga kerja harus lebih dominan ke masyarakat sekitar dan merata serta transparan. Dirinya juga berharap agar informasi yang dia dapat tentang adanya jatah oknum pejabat dan anggota DPRD Kabupaten Pasangkayu atas penerimaan karyawan di PT TIP tidak benar.

"Saat ini karyawan di PT TIP dari Desa Kalola sekitar 29 Orang sementara Kelurahan Bambalamotu yang diterima hanya 13 orang saja. Kami ingin adanya pemerataan, karena kami di Bambalamotu juga menerima dampaknya. Semoga saja informasi yang saya dapatkan tentang adanya jatah-jatah penerimaan karyawan tidak benar," harapnya.

Selain itu, Abdul Rahman juga menegaskan agar PT TIP dapat menindaklanjuti hasil audensi yang dilayangkan kepada pihak perusahaan.

"Pihak perusahaan telah menanggapi apa yang menjadi tuntutan kami dengan batas waktu selambat-lambatnya 3 bulan. Bila tidak terpenuhi maka kami akan kembali turun ke jalan dengan mengerahkan massa yang lebih banyak dari 70 Orang masaa saat ini," tegasnya.

Sementara itu, saat ditemui Legal Officer PT TIP, Azpian, menjelaskan sesuai tuntutan massa aksi pihaknya akan terus mencarikan solusi terkait pengelolaan limbah. "Limbah yang ada saat ini adalah sisa-sisa limbah perusahaan dari managamen lama yang tertumpuk. Dan saat ini meski kami masih menggunakan nama perusahaan lama, namun managamen kami semuanya baru sesuai yang ditentukan oleh pihak pemegang saham yang baru," ujarnya. 

Azpian juga menjelaskan, saat ini pihak perusahaan telah memfasilitasi pembuatan sumur bor, akan tetapi kendalanya saat pandemi Covid-19 hingga pihaknya menunda pelaksanaan pembuatan sumur.

"Sumur bor pastinya akan kami buat, namun nanti setelah Covid-19 ini selesai. Dan untuk pemanfaatan air sungai, kami sudah mengantongi izin dari Pemkab," jelasnya.

Lebih jauh Azpian memaparkan bahwa saat ini pihak perusahaan sudah menyiapkan kolam limbah sebanyak 16 dan akan menambah kolam yang izinnya sudah ada. Sementara untuk pembuatan jalan baru, lanjut Azpian, pihaknya telah meminta Izin kepada Bupati Pasangkayu untuk sementara waktu penggunaan jalan di Desa Kalola selama 1 tahun dan dirinya memastikan akan segera membuat jalan tersendiri.

"Saat ini kami telah melakukan negosiasi oleh pemilik lahan untuk pembuatan jalan baru, namun masing-masing pemilik lahan memiliki persepsi yang berbeda. Dan kami pihak perusahaan akan terus melakukan pendekatan kepada seluruh pemilik lahan agar dapat satu persepsi," tuturnya.

Sementara itu, untuk tuntutan transparansi penerimaan karyawan dan tentang kriteria buah yang diterima oleh perusahaan, Azpian mengatakan saat ini pihak perusahaan sudah sangat transparansi dalam penerimaan karyawan. Kata dia, karyawan yang bekerja di PT TIP sebahagian besar adalah masyarakat asli dari Desa Kalola dan Kelurahan Bambalamotu. Untuk standarisasi buah, lanjutnya, akan disegera dibuat oleh PT TIP dan akan dipublikasikan.

"Kami disini ingin memproduksi minyak, bukan mencari buah. Dan kami pasti akan secepatnya memasang papan pemberitahuan tentang kriteria buah sawit yang diterima di perusahaan kami," pungkasnya. (*)

Laporan: Edison S
Editor: Harmegi Amin



 

comments