-->

Abdul Wahab: Secara Jujur Kita Harus Akui Paslon 1 Menangkan Debat

On Saturday, November 14, 2020

MASALEMBO.COM

Abdul Wahab, SH (ist)


MAJENE, MASALEMBO.COM - Politisi senior yang juga ketua DPD PAN Majene Abdul Wahab mengaku puas dengan penampilan perdana Patmawati Fahmi-Lukman pada gelaran debat publik Pilkada yang digelar KPU Majene, Sabtu (14/11/2020) pagi tadi. Menurut Wahab, paslon usungan PAN dan tujuh partai lainnya itu lebih unggul di semua sesi dalam debat yang berlangsung di Gedung Tamajarra LPMP Majene.

"Kita harus jujur mengakui bahwa paslon 1 lebih unggul, memenangkan debat. Di sinilah saya kira masyarakat bisa menilai mana yang lebih cocok untuk memimpin Majene dalam Pilkada ini," kata Wahab usai pagelaran debat publik pertama di gedung LPMP.

Wahab mengatakan, keunggulan paslon satu terutamanya dapat dilihat dari penguasaan materi yang terukur pada sesi tanya jawab antar kandidat. Misalnya soal Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang diangkat cawabup nomor 1 Lukman Nurman. Paslon nomor 2 tak bisa menjawab dengan sembuh tentang IPM. 


"Tadi saya kira jawaban dari paslon 2 tidak kena, saat ditanya strategi meningkatkan IPM dijawab dengan mengadakan pelatihan-pelatihan," ujar Wahab

Seperti diketahui, debat publik Pilkada Majene mempertemukan dua pasangan kandidat Paslon nomor 1, Patmawati Fahmi-Lukman dan Paslon Nomor 2, Andi Syukri -Arismunandar Kalma. Namun ada sedikit yang menganggu ketika memasuki sesi tanya jawab antar kandidat. Ketika Paslon nomor 1 yaitu calon wakil Lukman menyampaikan pertanyaannya ke paslon nomor 2, pasangan berakronim AST-Aris ini terlihat tak bisa menjawab dengan sempurna.

“Apa strategi anda untuk menaikkan IPM Majene ke depan,” tanya Lukman.

Paslon 1 Patmawai Fahmi-Lukman (tangkap layar debat publik Pilkada Majene)


Cabup AST yang seharusnya menjawab pertanyaan itu, terlihat menyodorkan pertanyaan itu kepada Aris Kalma, untuk menjawabnya. Aris tampak sedikit keget dan langsung menjawab sekenanya. 

“Kita akan melakukan berbagai program pelatihan untuk mengatasi itu,” ujarnya. Saat sesi tanggapan balik, Lukman langsung menyanggah dengan membetulkan maksud dari pertanyaan itu. “IPM itu adalah alat ukur untuk menilai sejauh mana warga sebuah daerah bisa mengakses dengan mudah pada tiga komponen utama yaitu pendidikan, kesehatan dan pendapatan,” jelasnya.

Lukman melanjutkan IPM itu pembentuknya adalah angka harapan hidup, angka harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah dan pengeluaran perkapita. “Maka, program harus diarahkan ke sektor-sektor itu. Bukan semata-mata pelatihan saja,” katanya.

Ketika membalas sanggahan, Aris seperti baru tersadar bahwa jawaban pertamanya tak kena. Ia memperbaikinya dengan jawaban yang lebih mengena. “Pendidikan dan kesehatan menjadi urusan wajib dari pemerintah. Maka, tentu itu akan menjadi perhatian lebih kepada kami ketika memimpin nanti,” ujarnya. (ar/red)


comments
close
Banner iklan disini