-->

BPBD Majene Catat 7 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa

On Jumat, Januari 15, 2021

MASALEMBO.COM

Personil Brimob Polda Sulbar saat mendirikan posko pengungsian di halaman SMK Kota Tinggi, Desa Sulai perbatasan Kecamatan Malunda-Ulumanda. (Foto: Humas Polres Majene)


MAJENE, MASALEMBO.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene, Sulawesi Barat mencatat 7 orang meninggal dunia akibat gempa yang mengguncang daerah ini sejak, Kamis (14/1/2021) sore kemarin.

Kepala BPBD Majene Ilhamsyah mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan korban dan dampak kerusakan akibat gempa 5,9 magnitudo, Kamis (14/1) kemarin dan gempa susulan 6,2 magnitudo, Jumat (15/1) dini hari tadi.

"Sudah ada tujuh orang ini (meninggal dunia), tiga orang yang pertama dilaporkan itu Kepala Desa di Mekkatta, Malunda dan keluarganya," kata Ilhamsyah kepada masalembo.com, Jumat pagi.

BPBD Majene juga mencatat 24 orang mengalami luka-luka dan sekitar 2.000 orang mengungsi. Pengungsi saat ini tersebar di sejumlah titik terutama di dua kecamatan terparah yakni Malunda dan Ulumanda.

"Ini data sementara kami, saat ini masih pendataan, kita agak terkendala dengan akses dan jaringan yang terputus," terang Ilhamsyah. 

Sementara, pihak Kepolisian Polres Majene telah mendirikan posko pengungsian di SMK Negeri Kota Tinggi perbatasan Kecamatan Malunda-Ulumanda. 

"Kepolisian membangun posko pengungsian di Desa Sulai tepatnya di SMK Kota Tinggi yang didirikan oleh Satuan Brimob Polda Sulbar bersama Polsek Malunda sebagai tempat istirahat para warga yang mengungsi," kata Kabag Ops Polres Majene AKP Ujang Saputra.

Pembangunan posko pengungsian alam ini diharapkan agar masyarakat dapat beristirahat dan berteduh dari panas matahari maupun hujan. Ujang mengatakan, kepolisian juga menyalurkan bantuan seperti makanan dan pakaian layak pakai yang disalurkan ke posko pengungsian tersebut. (Har/Red)

comments