-->

Berawal dari Limbah, Briket Batok Kelapa Menjelma jadi Potensi Ekspor

On Kamis, Maret 04, 2021

MASALEMBO.COM

Briket batok kelapa (coconut shell briquette) yang dihasilkan pengusaha asal Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar.
FOTO: Balai Karantina Pertanian Mamuju


POLEWALI, MASALEMBO.COM -  Briket batok kelapa (coconut shell briquette) merupakan energi alternatif yang ramah lingkungan. Berasal dari limbah batok kelapa kemudian disulap menjadi bahan bakar yang memiliki nilai ekonomis. Ciri khas briket ini abu berwarna putih dan panas yang bertahan lama. 

Demikian pejabat Karantina Pertanian Mamuju kembali menemukan potensi ekspor, harta karun itu berupa briket berasal di Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar. 

Pengusaha briket yang dikunjungi yaitu Sudirman. Di sela-sela kesibukannya, Sudirman menerangkan awal mula mendirikan usaha briket. "Polman memiliki banyak petani kelapa, di sepanjang jalan telah berjejer kelapa yang dijemur untuk diolah jadi kopra. Limbah olahan kopra tersebut biasanya berupa batok kelapa, kemudian saya berinisiatif untuk mengubah limbah tersebut menjadi briket," ungkapnya. 

Pihak Balai Karantina Pertanian Mamuju akan memfasilitasi ekspor briket ke Turki. (FOTO: Balai Karantina Pertanian Mamuju)

"Dalam sebulan briket diproduksi mencapai 75 ton dengan frekuensi pengiriman sebanyak 3 kali, produk briket juga telah dikemas dalam berbagai macam ukuran. Keunggulan dari briket batok kelapa adalah tidak memiliki asap serta panas yang  bertahan hingga 2 jam." Tutupnya. 

Menyadari potensi tersebut Agus Karyono selaku Kepala Karantina Pertanian Mamuju akan memfasilitasi ekspor briket ini dan siap membantu melengkapi dokumen persyaratan negara tujuan. Briket ini akan pasarkan ke Yordania dan Turki karena kedua negara tersebut dikenal sebagai pelanggan setia briket asal Indonesia. (Rls/red)

comments