-->

Bertemu Perwakilan KBRI Yordania, Pemda Majene Buka Diri Investasi Pengolahan Buah Kelapa

On Jumat, Mei 07, 2021

MASALEMBO.COM

Bupati Majene Lukman (putih) dan perwakilan KBRI Yordania, Rizaldi Ishak [Humas Setda Majene/dok]


MAJENE, MASALEMBO.COM - Pemerintah Kabupaten Majene menyambut baik potensi kerjasama dengan para investor baik lokal maupun luar negeri untuk sektor pemanfaatan buah kelapa. Majene bahkan menawarkan lahan produktif untuk tanaman kelapa sekira 7.500 hektar dari total lahan potensial seluas 9.000 ha yang tersebar di setiap kecamatan. 

Pluang investasi pemanfaatan kelapa tidak hanya untuk prodak minyak goreng namun juga komponen dalam buah, seperti sabut dan batok kelapa. Hal ini menjadi bahan paparan saat rapat koordinasi Pemerintah Kabupaten Majene bersama perwakilan KBRI Yordania, Rabu 5 Mei 2021 bertempat di ruang pola kantor bupati Majene. 

Bupati Majene Lukman mengaku siap dan besemangat menjemput peluang kerjasama tersebut. Hanya saja ia berharap para pelaku usaha lokal Majene bisa serius tidak seperti beberapa kerjasama sebelumnya yang mandek di tengah jalan. "Pada intinya kami siap dan bersemangat menjemput setiap peluang kerjasama tersebut," ucapnya. 

Koordinator Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Anman di Yordania, Rizaldi Ishak mengaku kedatangannya di Majene Sulawesi Barat karena mengetahui daerah ini memiliki potensi kelapa yang bagus. Terlebih pasar di Yordania terbuka untuk kelapa khususnya ekspor arang.

Ia juga menghimbau agar para pelaku usaha kelapa dapat menjaga kualitas bahan dan prodak. Hal tersebut penting agar mampu bersaing baik di pasar lokal maupun internasional. Menurut Rizaldi selain prodak kelapa pasar industri di Yordania juga terbuka untuk kerajinan rotan dan bambu, mengingat ada showroom furnitur khusus kerajinan tersebut. "Pemda harus menentukan dulu produk unggulannya seperti apa yang khas, sehingga bisa dipasarkan, seperti prodak kelapa tersebut," ucapnya. 

Ia juga mengaku telah mencatat segala penjelasan terkait potensi kelapa di Majene dan segera akan melakukan pendalaman untuk peluang kerjasama kedepannya. Pertemuan tersebut turut dihadiri staf ahli, asisten, pimpinan OPD, para camat dan perwakilan pelaku usaha di bidang kelapa. (Hr/Red)

comments