-->

Sudah 2 Pekan Lebih Akses Jalan Transmigrasi Ulumanda Terputus, Kadis: Belum Ada Laporan Masuk

On Kamis, Mei 27, 2021

MASALEMBO.COM

Longsor menutup akses jalan Transmigrasi Tamajannang, Desa Panggalo, Kecamatan Ulumanda. [Foto: Iwan DM/Masalembo.com]


MAJENE, MASALEMBO.COM - Sudah lebih dua pekan longsor menutup jalan penghubung lokasi Transmigrasi Desa Panggalo, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Lokasi longsor di Batutasi, Desa Tandeallo, Kecamatan Ulumanda.

Warga setempat, Irfan mengatakan, material longsor telah menutup seluruh badan jalan membuat transmigran dan warga lokal kesulitan mengakses pasar, sebab jalan penghubung ini satu-satunya jalur menuju Kabiraan, pusat Kecamatan Ulumanda.

"Ya kalau mau turun (ke Kabiraan) kita harus angkut motor, jadi kita berat sekali untuk mau turun. Jika harus turun berangkatnya berombongan karena kalau sendiri tidak mungkin bisa lewat, kita harus angkut motor ramai-ramai," kata Irfan belum lama ini.

Irfan yang warga Desa Panggalo itu menjelaskan, longsor yang menutup seluruh badan jalan penghubung lokasi transmigrasi Kecamatan Ulumanda terjadi sehari jelang Idul Fitri lalu. Longsor dipicu terjadinya hujan deras selama beberapa hari. 

"Longsornya menutup seluruh badan jalan, ada sekitar 40 meter tertutup material lumpur dan bebatuan," ujanya.

Kondisi ini membuat warga mengalami kesulitan mendapat bahan pokok sembako. Mereka kesulitan mengangkut bahan makanan dan kebutuhan pokok lainnya yang selama ini dipasok dari pinggiran. 

Kepala Dinas Transmigrasi Sulbar Ibrahim yang dihubungi terkait kondisi ini mengaku belum menerima laporan. Padahal kejadian sudah dua pekan lebih. 

"Kepala UPTD di sana, Pak Fajrin belum melaporkan adanya kejadian itu, tapi syukurlah kalau adinda memberikan informasi," kata Ibrahim kepada awak masalembo.com, Kamis (27/5/2021).

Kadis Ibrahim mengatakan, akan segera menyampaikan hal tersebut kepada Dinas Perkerjaan Umum (PU) Pemprov Sulbar, sebab terkait perbaikan akses jalan selama ini ditangani Dinas PUPR. 

"Nanti kita sampaikan ke PU ya, karena teknisnya ada di PU," ujar Ibrahim.

Ibrahim juga menjelaskan, saat ini Pemprov Sulbar masih terus berjuang untuk pengembangan kawasan transmigrasi. Terkait penanganan kawasan itu Pemprov Sulbar telah merancang kawasan segitiga emas kawasan Transmigrasi Ulumanda-Tutar-Mehalaan. Ia mengatakan, Pemprov telah merancang menghubungkan lokasi transmigrasi Tamajannang di Kecamatan Ulumanda dengan Tapiko di Tutar serta Mehalaan Kabupaten Mamasa.

"Mudah-mudahan di 2022 ini sudah mulai masuk juga jalan alternatif Tammerodo-Kolehalang yang kita sudah rancang 13,9 kilometer. Kalau soal akses, pak gubernur, pak Sekda juga sedang berjuang, agar bisa lebih baiklah dari kondisi yang ada sekarang," pungkas Ibrahim. (Hr/Red)





comments