-->

Tak Hanya Palestina, Muslim Patani Juga Tertindas, Nasib Mereka Memprihatinkan

On Jumat, Mei 21, 2021

MASALEMBO.COM

Penyerangan tentera Thailand di Masjid Krisik Patani, Selatan Thailand [dok MKPPI]


PATANI, MASALEMBO.COM - Komunitas muslim Patani di bagian selatan Thailand kian memprihatinkan. Meski beritanya tak seheboh Palestina, namun mereka, muslim Patani juga terus-menerus mengalami penindasan oleh tentara negeri Gajah Putih dari tahun ke tahun.

Sekilas tentang Patani, ia adalah sebuah Kesultanan di Selatan Thailand, sedangkan “Pattani” adalah salah satu provinsi yang pada tahun 1902 telah melahirkan gerakan perlawanan terhadap kerajaan Thailand. Pemerintah Thailand sendiri menyatakan gerakan itu sebagai separatisme.

Gerakan perlawanan dilakukan karena kerajaan Thailand melakukan penganeksasian muslim Melayu Patani. Di sana terdapat kebijakan asimilasi dari segi linguistik dan kebudayaan. Asimilasi ini merupakan kegagalan Negara karena menimbulkan diskriminasi kepada penduduk Patani yang mayoritas Melayu Muslim yang dihadapkan dengan budaya Thailand yaitu Thai Buddhist. 

Rezim Thailand menerapkan larangan menggunakan bahasa Melayu, larangan mengajar ajaran Islam di sekolah-sekolah dan tindakan represif aparat Negara terhadap protes masyarakat Melayu Muslim seperti pelanggaran hak asasi mereka, pembunuhan di luar prosedur hukum dan penghilangan paksa. Beberapa hal ini adalah bentuk-bentuk diskriminasi dan penganeksasian yang dilakukan oleh Negara Thailand terhadap muslim Patani sejak tahun 1785.

Seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) asal Patani, Zulkifli Bin Ahmad, mengatakan, nasib yang dialami komunitas muslim Patani tak ubahnya muslim Palestina yang dijajah Israel.

"Palestina dijajah dan dirampas oleh rezim zionis Israel mulai pada tahun 1948. Patani juga dijajah oleh kerajaan Siam atau Thailand pada tahun 1785. Rakyat keduanya selalu dikepung, dibantai, ditahan, dipenjara juga dibunuh dengan kejam oleh rezim penjajah Israel dan Siam," kata Zulkifli melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 19 Mei 2021.

Aktifis Majlis Kerjasama Pelajar Patani di Indoensia (MKPPI) itu mengatakan, model penindasan di Palestina sama dengan penganeksasian di Patani Selatan Thailand. Jika di Palestina pembangunan pemukiman orang Yahudi terus mengikis warga Palestina, maka demikian juga Thailand yang terus membangun NIKOM orang Siam di daerah-daerah Patani. 

"Maka rakyat Palestin bangkit melakukan gerakan perjuangan menentang Israel, di Patani juga perjuangan kemerdekaan dari penjajah Siam. Mereka (muslim Patani) dituduh dan dilebelkan sebagai teroris dan mereka sama-sama mendapat syahid," uja Zulkifli.

Zul berharap dunia tak terus buta, atau diam membisu terhadap nasib warga Palestina dan muslim Patani. Terutama negara-negara Arab dan muslim Melayu harus bangkit membebaskan saudaranya.

"Palestin dikelilingi oleh lebih dari 450 juta orang bangsa Arab, Patani juga dikelilingi lebih dari 27.8 juta orang Melayu, kedua-duanya tidak diambil bagian tentang konflik dan hak asasi manusia ini," ujar Zulkifli.

Ia juga menyesalkan lembaga-lembaga internasional, PBB, OKI dan organisasi-orgnisasi HAM dunia yang seolah tak berdaya dan tak bernyali. (Hr/Red)

comments