-->

Pemuda Muhammadiyah Majene Resmi Dilantik: Kami Siap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

On Senin, Desember 06, 2021

MASALEMBO.COM

Prosesi pelantikan Pemuda Muhammadiyah Majene, Minggu 5 Desember 2021 di aula B' Nusabilah Lembang. [Irwan/Masalembo.com]


MAJENE, MASALEMBO.COM - Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Majene Sulawesi Barat kini punya nakhoda baru yakni Harmegi Amin. Pelantikan pengurus baru berlangsung di Aula B' Nusabilah Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Minggu 5 Desember 2021.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan Dialog Publik dengan tema Rekonstruksi Pendidikan Pasca Gempa dan Pandemi COVID-19. Menghadirkan pembicara Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Majene Mithhar Thala Ali, Ketua Komisi III DPRD Majene Muh Safaat, Kepala Perwakilan Ombudsman Sulbar Lukman Umar serta Ketua Jaringan Pemerhati Kebijakan Daerah (JAPKEPDA) Juniardi.

Prosesi pelantikan sendiri dipimpin Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulbar Suryansya, disaksikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Majene Muslim AT.

Usai dilantik, Harmegi menyatakan kesiapan dirinya memimpin organisasi otonom perserikatan Muhammadiyah itu. Ia optimis bisa mendaur ulang sejarah keemasan Muhammadiyah di Majene era tahun 1970 an yang digerakkan oleh pemuda.

"Kemarin (beberapa waktu lalu) kami diamahkan pimpin Pemuda Muhammadiyah melalui Musda ke-2. Meski keberadaan kami di Majene masih seumur jagung tapi sejarah mencatat Muhammadiyah bukanlah hal baru di Majene. Bahkan tadi (saat sambutan) saya katakan tulisan-tulisan Buya Hamka yang merupakan tokoh pergerakan Muhammadiyah di masa perjuangan kemerdekaan banyak menyebut Mandar Majene," kata Harmegi.

Egi, sapaan Harmegi menyebut di tahun 1970 an gerakan Muhammadiyah berkembang pesat di Majene. Belakangan telah meredup sebab sejumlah tokoh penggeraknya telah berpulang.

"Di sinilah kami melihat perlunya kesinambungan. Maka proses kaderisasi harus dijalankan dengan baik," ujar alumni Unismuh Makassar itu.

Harmegi menegaskan pihaknya akan membuka diri untuk bekerjasama dengan pihak manapun demi kemajuan organiasi. Selama hal tersebut tidak menganggu prinsip dasar perjuangan Muhammadiyah.

"Muhammadiyah bukanlah organiasi puritan yang intoleran, tetapi organisasi modernis yang memberikan solusi untuk negeri. Solusi pendidikan, kesehatan, masalah ekonomi umat dan banyak hal. Maka dari itu mari berfastabiqul khairat (berlomba dalam kebaikan) bersama-sama," ujarnya.

Harapan Egi, kehadiran Pemuda Muhammadiyah di Majene dapat menambah semangat baru bagi kelompok kaum muda di Bumi Assamalewuang. Kata dia, tanpa kehadiran pemuda mustahil suatu bangsa dan daerah bisa maju.

"Insya Allah kami siap mensupport kawan-kawan pemuda Majene," tegas pria yang berprofesi sebagai jurnalis itu.

Ia juga siap mendukung Pemda, terkhusus dalam isu pendidikan dimana Majene dietatapkan sebagai pusat layanan pendidikan di Sulbar.

Harmegi mengaku siap menjadi mitra tetapi tetap kritis pada pemerintah daerah. "Insya Allah kami siap menjadi mitra kritis pemerintah daerah," pungkasnya.

Pihaknya juga memastikan bahwa para pengurus Pemuda Muhammadiyah Majene siap bekerja ikhlas, sebab Muhammadiyah memegang teguh prinsip siap memberi dan melayani, meski tetap butuh dukungan termasuk dari pemerintah. (Wan/Red)




comments