-->

Tahun Ketiga Masa Pandemi, Pemda Majene Gelar Zikir dan Do'a Bersama

On Jumat, Desember 31, 2021

MASALEMBO.COM

Dzikir dan do'a bersama Pemda Majene di pendopo rujab bupati Majene, Jumat 31 Desember 2021 malam. [Prokompi Setda Majene]


MAJENE, MASALEMBO.COM - Dzikir dan do'a bersama mengalun di rumah jabatan bupati Majene pada Jumat, 31 Desember 2021 malam. Lantunan do'a yang dipanjatkan untuk melepas 2021 dan menyambut 2022 dengan segala optimisme. 

"Melalui dzikir do'a dan muhasabah akhir tahun 2021, kita refleksikan penyempurnaan hati, pikiran dan sikap dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT, menuju Majene unggul-mandiri dan religius," demikian tema yang diangkat melepas 2021 malam ini.

Tampak hadir bupati dan wakil bupati, Dandim 1401, Kajari, Sekda dan anggota DPRD Majene, Kepala Kantor Kemenag, para Staf Ahli, Asisten, Pimpinan OPD, sejumlah Kabag serta undangan lainnya.

Acara diawali dengan lantunan dzikir yang dipandu oleh KH Abdul Madjid Djalaluddin, LC. Dilanjutkan tauziah oleh Ustads Thamrin, S. Ag.

Bupati Majene Andi Achmad Syukri mengatakan, 2022 merupakan tahun ketiga mewabahnya Covid-19 di berbagai belahan bumi. Tahun ketiga hidup dan bertahan di masa pandemi secara praktis merubah dan mempengaruhi tatanan kehidupan di setiap sektor, baik itu kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan sosial budaya.

Syukri mengatakan, dengan melihat perkembangan global juga ancaman meluasnya varian baru dari virus COVID-19, nampaknya situasi ini masih akan berlanjut di tahun 2022 yang beberapa jam lagi kita jelang bersama.

"Meski demikian hal tersebut tidak boleh membuat kita pesimis dan takut. Dua tahun terkahir kita sudah cukup mampu menyesuaikan diri dan berdamai dengan COVID- 19 di tengah aktivitas kita," ujar Ketua DPC Demokrat Kabupaten Majene ini.

Bupati juga mengenang di awal tahun 2021 tepatnya 15 Januari, peristiwa gempa bumi dengan kekuatan 6,2 Magnitudo menghantam Kecamatan Malunda dan Ulumanda sebagai pusat epicentrum. "Peristiwa tersebut jelas merupakan ujian di awal tahun yang menghadirkan pilu yang luar biasa," ujarnya.

Sebagai manusia beriman, kata bupati, hal tersebut diyakini sebagai salah satu cobaan untuk menempa kita sebagai individu dan sebagai bangsa yang mampu memantik persatuan dan persaudaraan. Serta mengajarkan akan penting dan mulianya bersikap sabar juga tawakkal.

"Karena itu, pada malam ini, kita berkumpul bersama-sama dalam satu majelis zikir dan doa, selain sebagai refleksi kita di akhir tahun, atas apa yang telah kita telah lakukan baik selaku individu dan juga sebagai pelayan masyarakat. Moment ini sangat tepat kita jadikan sebagai salah satu upaya memperkuat tekad kita dalam menghadirkan kehidupan yang lebih baik kedepannya dan membuang segala hal yang negatif," ujarnya.

Utama untuk Pemerintahan yang tengah berjalan ini, lanjutnya, dukungan do'a yang ikhlas serta masukan dan saran yang membangun akan menjadi kekuatan bagi bupati dalam bekerja, menyelesaikan dan merumuskan program-program yang tepat sebagai upaya mengakselerasi kemajuan daerah.

Maka, dengan segenap keikhlasan jiwa dan raga, bupati mengajak untuk muliakan majelis malam ini. Lantunan dzikir dan do'a diharapakan mengetuk pintu langit, kiranya bangsa dan daerah segera dibebaskan dari segala musibah dan marabahaya.

"Semoga pandemi COVID-19 ini bisa segera berakhir dan tidak adalagi peristiwa bencana alam, kriminalitas serta faham-faham radikalisme yang bisa membut kekacauan dan perpecahan di tengah masyarakat," pungkas Syukri.

Bupati yang akrab dengan akronim AST itu, juga berharap semoga Pemerintah Daerah bisa bekerja dengan penuh amanah, merealisasikan Visi-Misi Pemda; Majene Rumah Kita yang Unggul, Mandiri dan Religius. (Hr/Red)

comments