-->

Sertijab Kepala BPBJ Pasangkayu Penuh Suasana Haru

On Kamis, Januari 06, 2022

MASALEMBO.COM


Serah terima Jabatan Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulbar berlangsung haru. Hal ini nampak terlihat dimana sebahagian besar staf dan honorer BPBJ Pemda Pasangkayu tidak kuasa membendung air mata.

Sertijab berlangsung di kantor BPBJ Pasangkayu, Kamis (6/1/2022).

Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten III H Abd Wahid, Pejabat lama Kepala BPBJ Pasangkayu yang sekarang menjabat sebagai Sekertaris Dinas (Sekdis) Perhubungan Abd Malik, Pejabat Baru Kepala BPBJ yang dulunya menjabat sebagai Kabid Kedaruratan dan Logistik di BPBD Pasangkayu Rudi, Sekertaris Dinas Kominfopers Sadli, Sekertaris Inspektorat Tanwir, perwakilan Kepala Bagian (Kabag) Ortala, perwakilan Kabag Umum dan seluruh staff serta honorer BPBJ Kabupaten Pasangkayu.

Sekda Pasangkayu, pejabat lama BPBJ Pasangkayu Abd Malik mengucapkan selamat datang kepada pejabat yang baru. Ia juga menceritakan history sejak awal dirinya menjabat sebagai Kepala BPBJ Pasangkayu.

"Hari ini genap satu periode atau 5 tahun 5 Hari saya menjabat sebagai Kepala BPBJ Pasangkayu dan saya berharap semua bisa berjalan lancar seperti semula sesuai yang kita harapkan," ungkapnya.

Selain itu, Abd Malik juga menjelaskan rincian realisasi penggunaan anggaran serta jumlah dan SDM yang saat ini bekerja di kantor BPBJ Pasangkayu. Abd Malik juga mengungkapkan bahwa selama ini di BPBJ memiliki PNS tetap 16 orang dimana 7 orang diantaranya menjabat jabatan fungsional dan non PNS berjumlah 17 orang.

"Saat ini kami baru memiliki 8 orang yang mengantongi sertifikasi pengadaan barang dan jasa, sementara untuk lebih efektifnya dibutuhkan 15 orang yang mengantongi sertifikasi untuk bekerja di BPBJ," jelasnya.

Lebih jauh Abd Malik juga membeberkan beberapa point yang belum terwujud selama 5 tahun dirinya menjabat sebagai Kepala BPBJ Pasangkayu dan kedepannya semua dapat berjalan lancar.

"Saya berharap apa yang selama ini belum terwujud, kedepannya dapat berjalan demi mewujudkan pelayanan BPBJ sesuai aturan dan perundang-undangan yang ada," imbuhnya.

Sementara itu pejabat baru Kepala BPBJ Pasangkayu Rudi, mengungkapkan perasaan tidak percayanya setelah di amanahkan untuk menjabat sebagai Kepala BPBJ Pasangkayu yang baru. Ia juga mengungkapkan bahwa setelah dirinya dilantik, lebih banyak berkordinasi dengan pejabat lama untuk lebih banyak mengetahui kinerja.

"Jabatan Kelompok Kerja (Pokja) itu sangat sulit, dan saya berharap agar dapat diberikan masukan dan membangun kerjasama yang baik dengan mengedepankan keterbukaan," harapnya.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga Asisten III Kabupaten Pasangkayu H Abd Wahid mengatakan bahwa jabatan hanya sebuah amanah dan titipan. Ia berpesan agar kedepannya bagaimana meminimalkan temuan yang ada.

"Saat ini telah ada Surat Keputusan (SK) Bupati tentang temuan, dan saya berharap ke depannya kita dapat bekerja lebih hati-hati dan dapat menjalankan kinerja sesuai tupoksi," ucapnya.

H Wahid juga menegaskan agar seluruh pejabat yang ada agar lebih tertib aset. Selain itu ia juga berharap agar ASN dalam bekerja dapat lebih meningkatkan kinerja dan potensi demi menciptakan pelayanan yang lebih maksimal dan profesionalisme.

"Mari bekerja dengan mengedepankan profesionalisme dan lebih teliti dalam menjalankan tugas dan mengelolah penggunaan Anggaran," tegasnya.

Sebelum dilanjutkan, sebagai perwakilan dari seluruh staff BPBJ, Mulyadi mengucapkan rasa terimakasihnya kepada pejabat lama yang selama ini memimpin dengan mengedepankan rasa kekeluargaan. Dengan perasaan haru dan nada sedikit serak, Mulyadi juga mengungkapkan perasaan yang tak terhingga selama di bawah kepemimpinan pejabat lama.

"Merasa kehilangan dan berat hati melepas perpindahan tugas pejabat lama itu sudah pasti, dan selama ini kenangan yang ada selalu tertanam dalam hati kami," tuturnya.

Setalah sambutan, kegiatan lalu dilanjutkan dengan penandatanganan dan serah terima jabatan serta penyerahan aset BPBJ secara simbolis dari pejabat lama ke pejabat yang baru. (Eds)

comments