-->

Hot News

BMKG Catat 4 Kali Gempa Guncang Mamuju Sulbar, Ini Pemicunya

On Rabu, Juni 08, 2022

MASALEMBO.COM

Tangkap layar peta lokasi gempa Mamuju, Rabu 8 Juni 2022. [Ist/BMKG Majene]


MAJENE, MASALEMBO.COM - Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Majene Provinsi Sulawesi Barat mencatat sudah empat kali getaran gempa yang mengguncang Kabupaten Mamuju-Majene dan sejumlah wilayah di sekitarnya pada Rabu (8/6/2022).

Gempa pertama terjadi pukul 13.32 WITA dengan pusat gempa di wilayah pantai barat Kabupaten Mamuju.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki parameter update dengan magnitudo 5,8. Episenter gempa terletak pada koordinat 2,77° LS-118,56° BT, tepatnya 26 Km arah barat Kabupaten Mamuju Sulbar. Gempa tercatat pada kedalaman 10 km.

BMKG juga mencatat gempa susulan terjadi pada pukul 15.18 WITA dengan magnitudo 2,8, kemudian gempa selanjutnya pada pukul 17.50 Wita dengan magnitudo 2,9 serta gempa terbaru pada pukul 20:48 WITA dengan magnitudo 4,6.

Pihak BMKG menjelaskan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. Gempa ini akibat adanya aktivitas sesar aktif di lepas pantai Mamuju. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).

Dampak Gempa

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulbar pukul 17.00 WITA, belum ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa ini. Namun terdapat sejumlah warga mengalami luka. 

Informasi yang didapat korban luka di antaranya tujuh orang calon siswa Bintara Polri yang tengah mengikuti tes wawancara di gedung PKK Sulawesi Barat. Dilaporkan bahwa atap gedung tersebut rubuh dan menimpa sejumlah orang. 


BPBD Sulbar juga melaporkan tedapat pengungsi di 3 titik di kota Kabupaten Mamuju. Yakni di Stadion Mamuju, halaman Kantor Bupati dan Kantor TVRI Sulbar.

Sementara di Kabupaten Majene, diperkirakan ribuan warga menungsi di sekitaran rumah mereka. Mereka juga berada di halaman SMK Kota Tinggi untuk menghindari gempa sususlan. (Hr/Red)

comments