-->

Wakil Bupati Muna Sanjung Kreasi Tenun SDN 3 Duruka

On Minggu, Agustus 14, 2022

MASALEMBO.COM


RAHA, MASALEMBO.COM - Wakil Bupati Muna, Bahrun Labuta menyanjung kostum yang dikenakan oleh peserta regu gerak jalan dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Duruka dalam gerak jalan indah antar SD se-kabupaten Muna.

Dalam penampilannya, para peserta didik ini mengenakan pakaian dengan perpaduan kain tenun dan kampurui yang membuat Wakil Bupati Muna itu tersenyum dan bertepuk tangan.

Orang nomor dua di Kabupaten Muna itu menyaksikan langsung penampilan regu SDN 3 Duruka melewati panggung kehormatan depan Rujab Bupati Muna langsung melontarkan kalimat pujiannya untuk kostum peserta.

"Mantap kreasi kostumnya SD 3 Duruka," ujar Bahrun Labuta di depan Rujab Bupati Muna, Sabtu (13/08/2022).

Tak hanya Wakil Bupati Muna, para kepala dinas lingkup pemerintahan Kabupaten Muna juga turut mengacungi jempol dan bertepuk tangan untuk penampilan dari SDN 3 Duruka ketika melakukan penghormatan di depan panggung kehormatan.

Kegamuman kostum peserta SDN 3 Duruka juga diungkapkan para penonton, dimana kostum yang dikenakan oleh regu SDN 3 Duruka dengan motif campuran tenun berbeda dengan kostum dari sekolah lain.

"Walaupun pakaiannya putih merah, tetapi yang bikin indah penampilan SDN 3 Duruka adanya perpaduan tenun di dalamnya. Dan itu jarang dipikirkan oleh sekolah lain," ujar Rani saat menyaksikan peserta kerak jalan SDN 3 Duruka.

Hal lainnya yang diungkapkan Rani yakni adanya kampurui (Topi) yang dikenakan para peserta putra gerak jalan SDN 3 Duruka. Bagaimana tidak, kampurui yang bermotif kuning-kuning emas itu terlihat bernuansa dan tidak membosankan jika dilihat.

"Itulah yang yang membuat kita kagum dengan pakaian peserta kerak jalan SDN 3 Duruka. Dan saya yakin SDN 3 Duruka kemungkinan besar mendapatkan juara," tambah Rani.

Sementara itu, Kepala Sekolah Dasar Negeri 3 Duruka, Murniati saat dikonfirmasi dirinya tidak menyangka jika pakaian yang digunakan anak didiknya tersebut mendapat respon baik dari para penonton.

"Tentunya kami ucapkan terimakasih. Yang jelas pakaian yang digunakan anak didik kami, tidak lepas dari masukan dari orang tua murid," tambahnya.

Adapun motif kreasi yang digunakan peserta didiknya itu beragam dan berbeda antara putra dan putri. Muniarti menyebutkan jika putra dihiasi tenun pada kampurui dan juga dibalutkan pada bis dada dan kerak baju. Putrinya lebih condong pada syal yang dibalutkan pada leher putri.

"Untuk motifnya kreasi tenun nya memang sama. Hanya bedanya putra pake kamporui tenun sedangkan putri memakai syal tenun," ungkapnya.

comments