Azzahra, Penderita Hidrosepalus di Mamuju Butuh Uluran Tangan

On Rabu, Agustus 29, 2018

MASALEMBO.COM

Balita Azza Azzahra dan ibunya Annisa (Awal/masalembo.com)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Masa kanak-kanak Azza Azzahra Ramadani terenggut. Sejak berusia satu bulan putri Ardiansyah dan Annisa ini divonis menderita hidrosefalus. Kepalanya membesar dan mengakibatkan balita yang kini berumur 1,2 tahun ini tak dapat melakukan aktivitas layaknya anak seusianya.

Awalnya, balita yang tinggal di Jl. Andi Dai Kelurahan Binanga, Kabupaten Mamuju ini mengalami tanda-tanda pembengkakan di bagian kepala. Keluarga lalu membawa Azza ke dokter praktek spesialis anak. 

"Dokter menyarankan agar dirujuk ke Makassar untuk mendapatkan perawatan lebih intensif,” kata Marhani, nenek Azza saat ditemui di kediamannya Jl. Andi Dai, Rabu (29/8).

Anak pertama pasangan Ardiansyah dan Annisa ini mengalami penumpukan cairan pada rongga otak sehingga membuat kepalanya membengkak. 

"Kami masukkan dia di rumah sakit Mitra Manakarra dan dirawat selama tiga hari kemudian dirujuk ke rumah Sakit Wahidin Makassar," lanjut Marhani menceritakan.

Di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar, Azza dirawat selama sebulan. Dokter melakukan operasi dan memasang selang di bagian kepala masuk ke pencernaan sebagai alat bantu untuk mengeluarkan cairan yang menimbun. Dokter juga meminta agar tiap dua minggu Azza melakukan kontrol ke RS. Wahidin.

Marhani mengatakan, walau memiliki jaminan kesehatan BPJS, namun penghasilan orang tua Azza tak cukup untuk keperluan kontrol ke rumah sakit. Ayahnya, Ardiansyah hanyalah seorang karyawan swasta. Sedang ibunya tiap hari hanya mengurusi rumah tangga.

“Iya rasanya berat, untuk pengobatan ke Makassar setiap minggu," ucap Annisa.

Annisa mengaku selama ini anaknya belum pernah tersentuh batuan biaya pengobatan dari pemerintah. Ia hanya mendapat bantuan dari mahasiswa Mamasa saat Azza dirawat di Makassar. Selain mahasiswa, tetangga Annisa di Jl. Andi Dai juga turut memberikan perhatian saat Azza dirawat di Makassar.

Annisa berharap ada dermawan atau pihak pemerintah yang sudih meringankan beban pengobatan anaknya. (awl/har)

comments