Maju Cakades Bambaira, Firmansyah Badjoki Berkomitmen Tak Main Proyek

On Sabtu, Oktober 19, 2019

MASALEMBO.COM

Firmansyah Badjoki, S. Pt (ist)


PASANGKAYU, MASALEMBO.COM - Calon Kepala Desa (Cakades) Bambaira jebolan Universitas Tadulako Palu, Firmansyah Badjoki berkomitmen tidak akan main proyek jika dirinya diberi kepercayaan memimpin desa.

Tak mau bermain-main dengan pernyataannya, pemuda asli kelahiran Bambaira yang aktif berkecimpung dikenal sebgai pewarta lokal itu pun menantang Cakades Bambaira lainnya agar tak main proyek jika terpilih.

"Saya minta siapapun Kades Bambaira terpilih 2020-2026 tak hanya mementingkan kepentingan pribadi dengan memperkaya diri bersama keluarganya menggunakan dana desa. Olehnya Kades stop dulu main proyek, dan lebih fokus mengurus kepentingan kesejahteraan masyarakat Bambaira," ungkapnya, Kamis (17/10/2019).

Firmansyah juga menjelaskan bahwa salah satu misi utamanya jika kelak terpilih, dirinya akan melakukan pembangunan yang berkesinambungan dengan mengedepankan partisipasi dan gotong royong masyarakat.

Dia menambahkan, artinya program pembangunan desa Bambaira menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) dari daerah dan Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat, senilai hampir Rp 2 miliar akan dibagi rata ke 6 dusun. Sehingga pemerataan pembangunan dapat terealisasi dengan baik.

"Saya tidak lakukan pembangunan fokus di tiga dusun Bambaira kota saja, tetapi pembangunan juga merata di dusun lainnya termasuk Baruga Baru, Taba, dan Todang Jaya," tegas pria yang juga menjabat wakil ketua KNPI Pasangkayu ini.

Menurutnya pula, masyarakat Bambaira mesti mendukungnya terpilih jadi Kades. Karena salah satu programnya ia sedang mencanangkan program pembentukan kelompok swadaya masyarakat (KSM) setiap dusun. Adapun tugas KSM itu adalah pelaku kegiatan proyek setiap dusun. Sehingga pencapaian pembangunan terealisasi dan di sisi lain lapangan pekerjaan pun ikut terbuka lebar.

"Artinya selama kepemimpinan, saya bertekad agar tak ada lagi pengangguran di Bambaira, dan tak ada lagi aparat desa yang memiliki kekayaan yang tak wajar. Ingat kita menjadi pemimpin itu sebagai pelayan dan bukan sebagai raja," tutupnya. (eds/red)

comments