Bupati Fahmi Harap Warga Nelayan Punya Koperasi

On Sunday, January 05, 2020

MASALEMBO.COM


Bupati Majene Fahmi Massiara saat menghadiri pesta nelayan di lingkungan Tanangan Kecamatan Banggae. (Foto: Azwar M untuk Masalembo.com)


MAJENE, MASALEMBO.COM - Bupati Majene H Fahmi Massiara menyampaikan harapannya agar warga nelayan di daerah ini makin berdaya ekonomi. Bupati mengatakan, kedepan warga Majene nelayan perlu memiliki koperasi khusus agar kebutuhan mereka terpenuhi setiap saat.

"Saya berharap kedepan supaya di setiap perkampungan nelayan ada berdiri koperasi nelayan," ucap Fahmi di acara pesta nelayan di lingkungan Tanangan, Kecamatan Banggae, Minggu (5/1/2020).

Ia mengatakan, dengan koperasi nelayan maka para warga nelayan tidak akan pernah tergantung lagi pada rentenir yang tentu sangat memberatkan, terkait kebutuhan tangkap hingga kebutuhan keluarga.

"Bila ada koperasi akan sangat membantu, karena bunga yang diberikan terbilang sedikit," ucap Fahmi.



Bupati Fahmi Massiara hadir didampingi Sekda Andi Achmad Syukri Tammalele, anggota DPRD Sulbar M Dalif Arsyad, anggota DPRD Majene Abdul Wahab, Camat Banggae Atika Syamsiar, Sekcam serta para tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutan, orang nomor 1 di Majene ini juga menyinggung masalah kebijakan pengadaan mesin nelayan. 

"Kami (Pemerintah Kabupaten) hanya diberi wewenang 5 GT ke bawah, dan ini biasanya hanya dapat diberikan kepada jenis perahu kecil. Kalau 5 GT-15 GT itu menjadi kewenangan dari Pemerintah Provinsi," ucap Fahmi, mengaku tak bebas mengadakan kapal penangkap ikan.

Selain itu, masalah perikanan tangkap juga dibatasi ruang gerak di kabupaten, yang diberikan kewenangan kepada kabupaten hanyalah budidaya ikan laut dan ikan air tawar. 

Meski demikian, bupati mengatakan bila budidaya ikan laut itu digeluti dengan serius, akan tetap memberikan hasil yang tidak sedikit.

"Dalam pengembangannya dibuat penangkaran tersendiri, bisa dibuat dengan luas 1 hektar di laut dengan kedalaman sekitar 30- 40 meter kedasar laut, dimana bibit ikannya sengaja didatangkan dengan pengawasan dari tenaga ahli. Bila penangkaran ikan laut ini dapat dikerjakan di daerah kita saya yakin akan banyak nelayan kita dapat turut serta bekerja seperti itu," ucapnya.

Fahmi juga menyorot masih adanya anak-anak nelayan Majene yang saat ini putus sekolah. Mereka meninggalkan bangku sekolah lantaran sudah bisa menghasilkan uang dengan menjadi "pandoro". Pandoro atau mengambil ikan dari para nelayan yang baru pulang dari melaut biasanya digeluti warga di daerah pesisir pantai yang dominan mata pencahariannya adalah nelayan. Mereka diupah setelah mengantar ikan dari laut ke darat.

Bupati berharap, agar tidak ada lagi anak nelayan yang putus sekolah karena hal demikian. "Yang sangat berperan disini adalah para orang tua," katanya.



Kata Fahmi, supaya orang tua tidak meluaskan anak-anaknya sampai tidak pergi sekolah karena merekalah nantinya yang akan menjadi generasi pelanjut masa depan daerah. 

"Bila memang ada keinginan untuk menggeluti profesi nelayan, silahkan melanjutkan sekolahnya di SMK Kelautan Majene. Di sekolah ini akan didik menjadi tenaga kerja di bidang kalutan yang profesional," pinta Fahmi. (har/red)

comments