Kunjungi Lokasi Bencana, Wabup Mamuju Himbau Warga Tak Bangun Rumah di Bibir Pantai

On Minggu, Januari 12, 2020

MASALEMBO.COM


Wakil bupati Mamuju Irwan SP Pababari (kemeja hitam) saat kunjungi pantai Desa Taan Kecamatan Tapalang. (Foto: Humas Setda Mamuju untuk Masalembo.com)


MAMUJU, MASALEMBO.COM - Wakil bupati Irwan SP Pababari menghimbau warga tidak membangun rumah terlalu dekat ke bibir pantai. Hal tersebut guna menghindari resiko bencana abrasi air laut dan cuaca ekstrem yang kerap terjadi seperti saat ini.

"Masyarakat harus mulai merubah mindset untuk tidak membangun rumah terlalu dekat dengan bibir pantai agar terhindar resiko bencana," kata Irwan, saat mengunjungi lokasi bencana cuaca ekstrem di Desa Taan, Kecamatan Tapalang, Mamuju, Minggu (12/1/2020).

Wakil bupati mengunjungi lokasi bencana didampingi Sekkab H Suaib, Kepala Dinas Sosial dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamuju.

Rombongan memantau langsung lokasi rumah rusak akibat cuaca ekstrem yang ditandai angin kencang dan gelombang pasang di Desa Taan kecamatan Tapalang. Irwan yang mengenakan kemeja hitam terlihat memantau dan berkomunikasi langsung dengan sejumlah warga sembari melakukan pengecekan terhadap rumah yang sebelumnya dilaporkan rusak.

Usai melakukan peninjauan Wakil Bupati langsung memerintahkan Dinas Sosial dan BPBD untuk segera memberikan bantuan yang bersifat jangka pendek seperti sembako dan pakaian. Sementara untuk jangka panjang akan dilakukan komunikasi kepada Balai yang menangani khusus hal tersebut agar dapat memprogramkan pembangunan tanggul penahan ombak di areal yang setiap tahun memang sering mengalami kejadian serupa tersebut.

Meski beberapa rumah termasuk satu sekolah (SDN Serang) dinilai tidak terdampak begitu parah, namun Irwan Pababari tetap mengingatkan agar warga selalu waspada terhadap cuaca ekstrem yang kemungkinan masih akan terjadi.

Kepala Dinas Sosial Lutfi Muis di kesempatan tersebut berjanji akan segera mengirim bantuan sembako dan perlengkapan lainnya ke lokasi paling lambat besok. (hms/red)

comments