Waspada Covid-19, Pemkab Pasangkayu Perketat Pengawasan di Pelabuhan

On Friday, March 06, 2020

MASALEMBO.COM

Tampak sebuah kapal berlabuh di pelabuban Tanjung Bakau Pasangkayu. (Dok: Masalembo.com/Edison S)


PASANGKAYU, MASALEMBO.COM - Demi mengantisipasi masuknya virus covid-19 atau lebih dikenal dengan sebutan virus corona, Pemerintah Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat memperketat pengawasan pelabuhan. Pemkab Pasangkayu menyusun rencana kontijensi menghadapi kedaruratan kesehatan masyarakat (KKM) di pelabuhan khususnya pelabuhan Tanjung Bakau.

Kegiatan ini berlangsung di ruang pola kantor bupati, dihadiri wakil bupati H Muh Saal, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Makassar Darmawali Handoko, Pasi Intel Kodim 1427 Pasangkayu Kapten Inf Muhammad Barki, Kabag OPS Polres Matra AKP Iswan Mulyanto serta Perwakilan Kepala PT Tanjung Bakau Marga Sumber Faisor.

Selain itu, hadir pula Kepala KKP Palu Hasanuddin, Kesabandaran Wilker Pasangkayu Mansyur, Kepala Bidang PKSE Aisyah Sufri, Kepala Imigrasi Pasangkayu Aryanto dan Kepala Bea Cukai Ardiyanto.

Wakil bupati Muh Saal mengatakan, faktor resiko penularan virus corona tidak mengenal batas wilayah maupun negara ini. Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang saat ini merebak sudah membuka mata seluruh dunia betapa besarnya ancaman virus ini. 

Menurutnya, penyakit ini juga ternyata memiliki pengaruh yang begitu besar dalam kehidupan masyarakat Pasangkayu, dimana ekonomi terganggu, ekspor dan impor terhambat bahkan harga masker meningkat berkali-kali lipat. 

"Dengan munculnya virus corona ini telah mengganggu kehidupan sosial dimana banyaknya penolakan atau stigma terhadap orang yang datang dari negara terjangkit covid-19. Olehnya itu saya berharap wilayah Pasangkayu harus mempersiapkan diri dari kemungkinan masuk maupun keluarnya penyakit yang dapat menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat (KKM) ini," ucap Muh Saal.

Saal juga menjelaskan, kejadian kedaruratan kesehatan masyarakat dapat terjadi secara importasi yaitu sumber kedaruratan berasal dari luar wilayah dan episenter yaitu sumber kedaruratan berasal dari wilayah kerja. Sehingga, Saal menghimbau menghimbau agar masyarakat lebih mawas diri dan menjaga kebersihan lingkungan serta diri, baik dalam lingkup pekerjaan maupun di dalam rumah sendiri.

Sementara, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Makassar Darmawali Handoko dalam sambutannya menjelaskan, persiapan sudah dilaksanakan sejak lama. Menurutnya penyusunan rencana kontinjensi adalah bagian dari persiapan yang dilakukan setelah adanya informasi dari website WHO dan instruksi untuk melakukan persiapan dari National Focal Point IHR Indonesia Dirjen P2P Kemenkes.

"Adanya informasi maka kami dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Makassar segera menindaklanjuti dengan melakukan koordinasi kepada Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Belang Belang Mamuju dan mengambil langkah-langkah yang
berkaitan dengan penanggulangan KLB/PHEIC/Wabah dengan mengacu rencana kontijensi yang telah disusun," ujarnya.

Adapun langkah yang diambil, lanjut Darmawali Handoko, antara lain melakukan rapat koordinasi dalam rangka persiapan penanggulangannya berupa rencana operasional. Membangun posko pembagian tugas dan KLB/Wabah/PHEIC walaupun belum diaktifkan tetapi harus sudah mulai untuk pemenuhan kebutuhan.

Lebih jauh Darmawali menjelaskan, dalam penyusunan rencana operasional berdasarkan rencana kontijensi dan juga berdasarkan perkembangan di wilayah Pasangkayu, logistik yang dapat ditanggung oleh KKP Kelas I Makassar adalah obat-obatan, alat pelindung diri dan operasional tenaga kesehatan sesuai dengan tugas dan fungsi KKP. Sementara di luar biaya dari itu ditanggung oleh pihak ASTRA dimana rencana operasional tersebut selanjutnya ditindak lanjuti oleh Posko KLB/Wabah/PHEIC Pelabuhan Pasangkayu untuk segera dipenuhi.

Tidak jauh beda yang diungkapkan Marga Sumber Faisor sebagai perwakilan Kepala PT Tanjung Bakau. Bahwa dalam melaksanakan tanggap darurat kesehatan maka perlu disusun suatu rencana kontiensi secara terintegrasi baik di wilayah kabupaten maupun kota. 

"Menjaga dan melaksanakan pemeriksaan setiap kapal asing yang masuk pelabuhan Tanjung Bakau khususnya lintas batas negara ini sangat penting karena upaya penanggulangan kedaruratan kesehatan masyarakat yang dilakukan secara terintegrasi," ucapnya.

Lebih jauh dijelaskannya, sebagai pelahuhan internasional pelabuhan Tanjung Bakau merupakan pintu masuk kapal yang melakukan ekspor ke luar negeri. Sehingga padatnya kedatangan kapal dari negara luar, tentunya lebih ketat lagi untuk pemeriksaan kesehatan sehingga pihak pelabuhan Tanjung Bakau terus melakukan kordinasi dengan Tim Kesehatan di Pasangkayu.

"Sumber daya telah dilakukan secara berkala harian dan mingguan oleh petugas di lapangan, dan jika terdapat kekurangan atau penyimpangan dalam kegiatan pengawasan di pelabuhan dapat diketahui secara cepat. Oleh karena itu perlu dibuat format pemantauan ceklist yang merupakan pemantauan berdasarkan indikator input, proses dan output dengan standar sesuai petunjuk pelaksanaan," urainya.

Kesabandaran Wilker Kabupaten Pasangkayu Mansyur dalam sambutannya juga menjelaskan saat ini langkah pengawasan terhadap sasaran (alat angkut berikut muatannya, orang/masyarakat di sekitar pelabuhan) telah dilakukan pemeriksaan sasaran untuk menentukan tingkat risikonya. Dimana, analisa yang disebabkan oleh berbagai penyakit menular maupun tidak menular dan juga bisa disebabkan berbagai kejadian, maka pengawasan respon dalam penanggulangan PHEIC harus mengacu pedoman teknis (SOP). (eds/red)

comments