-->

Hot News

Akibat Cuaca Buruk Kapal Nelayan di Polman Tenggelam

On Sabtu, Januari 07, 2023

MASALEMBO.COM

Kapal nelayan warga Desa Bala, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar tenggelam saat akan dipindahkan pemiliknya karena cuaca buruk. [Foto: Asrianto/masalembo.com]


POLEWALI, MASALEMBO.COM - Akibat cuaca buruk sebuah kapal nelayan di Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat tenggelam. Atas kejadian ini pemilik kapal mengalami kerugian hingga mencapai Rp80 juta. Pasca kejadian, kapal telah dievakuasi ke daratan.

Kapal motor bernama Zaman Nur Cahaya tersebut tenggelam di Dusun Tallo, Desa Bala, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, Jumat (6/1/2023). Kapal dengan panjang 25 meter dan lebar 4 meter ini telah dievakuasi pemiliknya ke atas daratan.

Kapal ini tenggelam setelah dihantam gelombang setinggi 2 meter dan menabrak kayu dan batu karang saat akan dipindahkan. Akibatnya, sejumlah peralatan kapal serta alat tangkap dan jaring mengalami kerusakan.

Awalnya, kapal ini sedang diparkir di dekat dermaga desa setempat. Namun karena kondisi cuca sedang buruk pemilik kapal berusaha memindahkan kapalnya ke tempat yang lebih aman. Namun pada saat dipindahkan, kapal diterjang gelombang laut hingga akhirnya miring dan tenggelam.

"Kami kan baru pulang melaut di daerah Provinsi Gorontalo. Terus kemarin karena besar ombak jadi dibawa masuk, namun menabrak karang dan kayu, jadi bocor," kata Samsuddin, pemilik kapal.

Menurut Samsuddin, kerusakan kapalnya terdapat pada bagian lambung kanan, bagian tengah kapal juga mengami kebocoroan selebar 15 centimeter. 

Kapalnya kini akan diperbakaiki sebelum dapat digunakan kembali mencari ikan di laut. Lama perbaikan ini memakan waktu selama tiga bulan lebih.

"Kerugia sekitar 80 puluh juta rupiah, karena rusak mesin, dinamo listrik, dan beberapa alat tangkap rusak," katanya saat mengevakuasi kalapnya, Sabtu (7/12/2023).

Saat ini kondisi cuaca buruk terus melanda wilayah pesisir Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Dalam beberapa hari terkahir kondisi ini membuat nelayan takut untuk pergi melaut. (Ant/Har)

comments