Bahri Hamzah : TMMD Sebagai Budaya TNI Membangun Desa

On Kamis, Oktober 03, 2019

MASALEMBO.COM


 Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mateng Bahri Hamsah, menjadi inspekstur upacara pembukaan TMMD di Desa Sanjango Kecamatan karossa, Rabu (2/10/2019)

MATENG, MASALEMBO.COM -- TMMD yang ditempatkan di Desa Sanjango Kecamatan Karossa Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), mengutamakan pembangunan infrastruktur dan sarana umum sebagai kebutuhan prioritas warga setempat.

Demikian disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum Bahri Hamsah dalam amanatnya pada upacara pembukaan TMMD ke 106, Rabu (2/10). Ia menjelaskan, sasaran fisik akan prioritaskan  pembangunan infrastruktur, serta fasilitas umum yang menjadi kebutuhan masyarakat. Sasaran terpenting adalah membuka akses ke daerah terpencil yang masih terisolir.

"Jika ini terbuka maka roda perekonomian di daerah itu akan meningkat," kata Bahri yang hadir mewakili Bupati Mateng HM Aras Tammauni.

Ia mengatakan, program TMMD telah berhasil membantu tugas pemerintah daerah. Tentu saja dalam akselerasi pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memantapkan wawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Asisten III Bahri Hamza, Danrem 142 Tatag Kolonel Infanteri Eventius Teddy Danarto, Dandim 1418 Mamuju Kol.Inf Suyitno dan Wakil Ketua DPRD Mateng Herman (Batik)

Bahri berharap, program TMMD dapat berjalan secara berkesinambungan. Sehingga dapat meningkatkan ketahanan masyarakat yang tangguh, serta mampu menghadapi berbagai bentuk ancaman untuk kepentingan pertahanan negara.

Dijelaskan, TMMD sudah berjalan sejak 1980-an. Kalau itu disebut ABRI Masuk Desa (AMD) dan Polri-TNI masih tergabung dalam satu naungan ABRI. Meski saat ini ABRI berubah menjadi TNI-Polri, namun program manunggal masuk desa tetap saja dilestarikan. Budaya TNI ini dianggap mampu memacu kreativitas dan prakarsa masyarakat dalam pembangunan sebagai pola pendekatan yang seiring dengan program pemerintah.

"TMMD seirama dengan tekad pemerintah untuk memacu kreativitas dan prakarsa masyarakat dalam pembangunan," jelas Bahri. 

Pola pendekatan TMMD tersebut sangat sinkron dan selaras dengan upaya mengembangkan mekanisme bottom up. Sehingga masyarakat desa dapat mendefinisikan keperluan dan kepentingannya sendiri. Dengan demikian proses pembangunan benar-benar dari oleh dan untuk masyarakat. Semua itu terlaksana secara konkret dan akan berdampak positif bagi pembangunan, serta pertahanan negara yang tangguh. (jml/riz)


comments