Tersiram Air Panas, Sekujur Tubuh Penjual Siomay Ini Mengalami Luka Melepuh

On Kamis, Oktober 17, 2019

MASALEMBO.COM

Aizuddin tengah berbaring di RSUD Mamuju dalam kondisi luka melepuh di tubuh dibalut dengan perban. (Foto: Awal S/masalembo.com)


MAMUJU, MASALEMBO.COM - Nasib malang menimpah Aizudin (54), warga Desa Waeputeh, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng). Kini terbaring kesakitan dengan luka melepuh di sekucur tubuhnya usai tersiram air panas, Rabu (16/10/2019).

Pria yang sehari-hari berjualan siomay ini menderita luka melepuh di sekujur tubuhnya. Bahkan kata dokter, sekitar 75 persen tubuhnya mengalami luka. Ia tersiram air panas siomay miliknya saat berjualan mengakibatkan melepuh pada bagian perut, tangan dan kaki, bahkan di bagian telinga.

Saat ini, Aizudin sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju, Provinsi Sulbar. Sebelumnya ia sempat dirawat di Rumah Sakit Satelit Topoyo, Mateng.

Mahmud (25), adik korban menceritakan kakaknya saat itu berangkat menjual siomay menggunakan sepeda motor, tiba-tiba ia terjatuh. Dan naas air siomay jualannya menyiram sekucur tubuhnya.

"Kejadiannya Rabu kemarin, sekitar pukul 5 sore," ujar Mahmud.

Warga yang melihat kejadian itu lalu membawa Aizudin ke RS Satelit Mamuju Tengah (Mateng) untuk mendapatkan perawatan medis. Namun pihak rumah sakit menyarankan untuk dirujuk ke RSUD Mamuju. 

Istri korban, Sunarwati Hapsah (37) mengaku, sangat terpukul atas kejadian tersebut. Pasalnya suaminya merupakan tulang punggung keluarga. Dari hasil berjualan siomay tiap hari itulah satu-satunya cara untuk menafkahi kelima anaknya.

Sunarwati menceritakan dalam sehari
suaminya bisa meraup Rp350 ribuan. Dia berjualan dari jam 3 sore sampai jam 11 malam.

"Kalau lagi mujur bisa bertambah," kenang Sunarwati dengan mata berkas-kaca.

Malangnya, semenjak Aizudin dirawat  Sunarwati terpaksa harus memutar otak. Apalagi suaminya itu tidak memiliki kartu jaminan kesehatan BPJS. Meski besar keinginan untuk mengurus BPJS namun sayang butuh 14 hari untuk mengaktifkan kartu perlindungan kesehatan tersebut.

Sunarwati mengaku pasrah, namun ia tetap bersyukur masih ada para dermawan dan langganan suaminya yang ikut membantu melakukan penggalanan dana untuk biaya pengobatan. "Ini sangat membantu meringankan biaya pengobatan suami," akunya.

Kini, pihak rumah sakit sudah melakukan operasi meski Aizudin belum memiliki kartu BPJS alias masuk menggunakan jalur umum. Tentu biayanya sangat besar, namun wartawan belum mengetahui berapa yang harus dibayar jika Aizudin tak mampu menyelesaikakan kartu BPJS dan benar-benar masuk jadi pasien umum. (awl/har)

comments