-->

Jaksa dan Polisi Diminta Usut Penggunaan Dana Donasi Bencana Sulbar

On Thursday, February 18, 2021

MASALEMBO.COM



MAMUJU, MASALEMBO.COM - Anggaran bencana gempa Sulbar perlu menjadi perhatian Kejaksaan dan Kepolisian di Sulbar.

Pasalnya, banyaknya keluhan pengungsi tentang terpal, tenda dan bantuan logistik lainnya. 

Disamping itu, anggaran donasi bagi penyintas gempa juga mesti menjadi perhatian Kejaksaan dan Kepolisian.

Selama bencana gempa M 6,2 SR, pemerintah provinsi tertutup terkait anggaran bencana. 

"Ini harus menjadi perhatian yang serius bagi Jaksa dan Polisi untuk selidiki penggunaan anggaran bencana Sulbar," sebut pengungsi Mamuju, Darmawan. Rabu (17/2/2021).

Dia mengaku, selama mengungsi, dirinya bersama keluarga tak pernah mendapatkan bantuan sembako bahkan tenda dari pemerintah provinsi maupun daerah.

Bersyukur katanya, para relawan membantu. "Andaikan tak ada relawan mungkin akan kedinginan dipengungsian pak," ujarnya.

"Kami merasa diabaikan pemerintah kami," sambung Darmawan. 

Padahal katanya, posko yang ditempatinya tak jauh dari kota Mamuju.

Pasca gempa M 6,2 SR, Darmawan mengaku dapur rumahnya ambruk, beruntung ia bisa menyelamatkan diri bersama keluarganya. 

Sementara, tak hanya Darmawan yang tak mendapatkan bantuan dari pemerintah, masih banyak KK yang mengalami nasib yang sama dengam mereka. 

Sementara hasil pansus DPRD Sulbar terkuak ada 4000 terpal tak disalurkan oleh BPBD Sulbar. 

Kepala BPBD Sulbar Darno Majid mengatakan, sekitar Rp300 juta rupiah dari donasi telah dibelanjakan untuk membeli 5000 terpal. Namun hanya 1000 yang disalurkan dan tersisa 4000 terpal.

Alasannya, BPBD tak memiliki data pengungsi. 

"Kami tidak memiliki data pengungsi, beberapa kali kami memintanya ke Camat tapi tidak diberikan," dalih Darno.

Sementara anggaran bencana hasil donasi dari sejumlah relawan dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia terkumpul Rp2,8 miliar yang kemudian hanya terpakai sebesar Rp1,2 milyar sehingga sisa dana sampai saat yakni sebesar Rp 1,6 milyar.

Angka fantastis itu terungkap saat pansus pengawasan anggaran dan penyaluran logistik DPRD Sulbar menggelar rapat dengan sejumlah OPD Pemprov Sulbar seperti Badan Pengelolaan Keuangan, BPBD dan SKPD teknis terkait lainnya Senin, (15/02/2021).

Dalam rapat tersebut terungkap bahwa dana tersebut masuk melalui dua nomor rekening yang dikelola Pemprov Sulbar yakni rekening BPBD Sulbar (Bank Mandiri) dan rekening kas daerah Pemprov Sulbar (Bank Sulselbar). 

Hal ini membuat pimpinan dan anggota Pansus tercengang, kaget dan bahkan geram dan marah. 

Pansus heran mengapa terpal tersebut tidak didistribusikan ke pengungsi atau yang membutuhkan.

Ketua pansus pengawasan anggaran dan penyaluran logistik DPRD Sulbar H. Sudirman meminta alasan mengapa terpal tersebut tidak disalurkan, padahal saat itu banyak warga yang sangat membutuhkan terpal untuk membuat tenda.

"Kasihan para pengungsi, mereka berteriak butuh terpal untuk membuat tenda, eh tendanya malah tidak dibagi, ada apa ini. Ingat pak ini semua berasal dari sumbangan orang, jangan main-main dengan hal ini. Sepeser uang yang keluar harus dipertanggungjawabkan," geram politisi Partai Golkar asal Mamasa ini.

Sementara Koordinator Investigasi dari Gerakan Pemuda Anti Korupsi (Gerpak) Sulbar, Mabrur, meminta pihak aparat Kepolisian dan Kejaksaan untuk mengusut secara profesional dana donasi gempa Sulbar yang mencapai Rp2,8 miliar. 

"Kami harap Kepolisian dan Kejaksaan segera mengusut dana donasi gempa Sulbar," pungkasnya.

Bila dikalkulasikan Rp300 juta dibelikan 5000 terpal

"Mari kita hitung," katanya.

Satu terpal ukursn 4x6 (ukuran paling kecil untuk buat tenda), harganya Rp130.000/buah. Kalau uang Rp300 juta dibelikan ukuran 4x6 berarti hanya 2.308 tenda. 

"Yang 5000 tenda itu yang ukuran berapa?," ujarnya.

Atau beli tenda yang ukuran 8x10 dengan harga Rp 400 ribu per buah, berarti dari 300 juta hanya 750 tenda.

"Jadi ukuran berapa yang dibeli ? Ataukah mungkin BPBD tidak tau tenda apa yang dibeli," ucapnya.

"Disinilah peran Kepolisian dan Kejaksaan mengusutnya," ucapnya. (fad/red)

comments