-->

Detik-detik Bupati Lukman Tinggalkan Rujab, DC 1 B Diserahkan ke Kabag Umum

On Minggu, Juni 27, 2021

MASALEMBO.COM

Bupati Lukman menaiki mobil pribadi kijang berwarna hijau, usai menyerahkan randis DC 1 B ke Kabag Umum Setda Majene. [Foto: Fyan Ilbas]


MAJENE, MASALEMBO.COM - Suasana haru mengiringi langkah kaki bupati Majene Lukman Nurman dan keluarga saat meninggal rumah jabatan, Sabtu, 26 Juni 2021. Lukman resmi mengakhiri masa jabatan tepat pukul 00.00 Wita. Ia kemudian meninggalkan rujab yang terletak di Jl Gatot Subroto lingkungan Pangngaliali itu. Lukman menuju kediaman pribadinya di Somba, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene.

Pantauan di lokasi rujab, tepat pukul 23.00 Wita Bupati Majene Lukman beserta keluarga meninggalkan rujab bupati Majene menuju kediaman pribadinya di Somba. Sebelumnya ia juga telah menyerahkan kendaraan dinas plat DC 1 B kepada Kabag Umum Setda Majene. 

Detik-detik Lukman tinggalkan rujab, foto bareng kerabat dan pimpinan OPD [Foto: Sufyan Ilbas]

Lukman mengaku bahagia karena jelang berakhirnya tugas sebagai Bupati ia telah menyelesaikan berbagai janji termasuk pembebasan lahan di beberapa wilayah, seperti Rutan Majene, Malunda dan Ulumanda. "Tersisa untuk lahan pembangunan UPTP BLK, saya minta itu terus dikawal hingga berdiri di Majene," ucapnya. 

Para tamu, kerabat dan beberapa pimpinan OPD yang hadir melepas Bupati energic dan lincah ini larut dalam kesedihan. Isak tangis mengiringi Lukman dan ibu Rahmatia beserta anak-anaknya menuju mobil kijang hijau. Lambaian tangan dan doa mengiringi bupati humble itu. 

"Terima kasih pak Lukman, sampai jumpa di lain waktu," ujar Kasubag Protokoler Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Sufyan Ilbas.

Serahkan Pembayaran Lolasi

Hari terakhir menjabat benar-benar masih diisi sejumlah aktifitas penting, bahkan bupati Majene Lukman Nurman masih ngurus korban gempa di Malunda dan Ulumanda di detik-detik akhir masa jabatan. Pada sore, bupati Lukman masih berada di Ulumanda untuk menyelsaikan pembayaran pembebasan lahan relokasi korban bencana gempa bumi di Desa Kabiraan.

Di detik-detik terakhir sebagai orang nomor satu di Majene tersebut,  Sabtu 26 Juni 2021 Lukman bersama Kadis Perkimtan Majene menyerahkan secara simbolis pembayaran pembebasan relokasi tersebut, di Kantor Desa Kabiraan sementara. 

Bupati Lukman menyerahkan pembayaran pembebasan lahan relokasi korban gempa di Kabiraan, Kecamatan Ulumanda. [Foto: Sufyan Ilbas]

Lukman mengaku senang, bisa menyelesaikan target pembayaran sebelum masa jabatannya habis. Pembayaran yang dilakukan juga setengah karena sesuai kesepakatan dengan Pemerintah Provinsi Sulbar untuk sharing (50 : 50), namun rupanya Pemkab Majene lebih cepat dibanding Pemprov Sulbar. 

Ia juga terkesan dengan lahan relokasi yang kelak akan dibangun pemukiman warga, PKM dan kantor Desa Kabiraan tersebut. Viewnya yang bagus diharapkan dapat diterima warga dan dapat hidup dengan nyaman dan aman.

"Tinggal 9 jam lagi, saya akan mengakhiri jabatan saya sebagai Bupati alhamdulilah karena target menyelesaikan tanah di Kabiraan bisa diwujudkan," ucapnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf jika selama memimpin Majene bersama Almarhum Fahmi Massiara masih banyak terdapat kekurangan dan belum maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perkimtan Lies Hirawati melaporkan ada 7 orang yang dibayarkan, termasuk menerima alas hak, sertifikat dan 5 sporadik. Untuk luas lahan relokasi secara keseluruhan  21,368 M  yang kemudian pembebsarannya dibagi dua menjadi, 10.864 persegei.  Lalu untuk total Rp 1 Milyar 73 Juta dan tanggungan Majene sebanyak Rp 536 juta. “Anggaran seluruhnya itu Rp 1 milyar 73 juta, kemudian terbagi dua, sehingga menunggu pihak provinsi untuk membayar pada saat APBD perubahan,” ujarnya. 

Selain di Kabiraan, bupati Lukman juga telah menyerahkan pembayaran pembebasan lokasi di Kecamatan Malunda. (Hr/red)

comments