-->

Trip to Taukang, IDI Majene Gelar Trauma Healing dan Peletakan Batu Pertama Masjid Anti Gempa

On Minggu, Februari 21, 2021

MASALEMBO.COM

Pengurus IDI Majene saat melakukan trip ke Taukong, Desa Tandeallo, Kecamatan Ulumanda. (Foto: Sufyan Ilbas)


MAJENE, MASALEMBO.COM - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Majene menjadi bagian dari gerakan trauma healing pasca gempabumi yang mengguncang Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat. IDI Cabang Majene dengan kolaborasi sejumlah organisasi menggelar lawatan ke Taukong, Desa Tandeallo, Kecamatan Ulumanda, Sabtu, 20 Februari kemarin. 

Ketua IDI Cabang Majene dr Evawaty mengatakan sejumlah kegiatan sosial mereka gelar selama di Taukong. Mulai dari pengobatan gratis, trauma healing hingga peletakan batu pertama pembangunan masjid anti gempa di daerah tersebut.

"Perjalanan kami ke Taukong merupakan fase recovery dengan melakukan pelayanan kesehatan, trauma healing dan terakhir melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid sebagai tempat beribadah bagi warga," ujar Evawaty, Minggu (21/2/2021).

Eva menyebut sejumlah dokter ikut dalam trip ke daerah pegunungan Kecamatan Ulumanda itu. Kata dia, jika biasanya para dokter yang ada di Majene selalu disibukkan dengan pelayanan kesehatan di tempat kerja masing-masing kali ini turun langsung kelapangan menemui para korban gempa Majene. 

"Kami menggunakan mobil offroad menuju ke Dusun Taukong, Desa Tandeallo Kecamatan Ulumanda untuk dapat langsung ke warga dalam hal pemberian pelayanan kesehatan, bukan hanya dokter umum saja yang terlibat  namun ada pula beberapa dokter ahli," kata mantan Kepala Dinas Kesehatan Majene itu.

Tim dokter IDI Majene melakukan pelayanan kesehatan di Taukong, Desa Tandeallo, Kecamatan Ulumanda. (Foto: Sufyan Ilbas)


Dia mengatakan, selain IDI beberapa organisasi ikut dalam rombongan. Mereka yakni para duta genre Majene, relawan dari Kantor Pelayananan Perbendaharaan Negara (KPPN), Baznas Majene dan Baznas Bulukumba serta Sahabat Relawan Kecamatan Ulumanda. 

Rahma, seorang pegawai KPPN Majene yang juga turut serta dalam rombongan Trip to Taukong menyampaikan, bahwa keikutsertaan mereka dalam rangka memberikan edukasi agar anak-anak yang ada disana dapat melupakan trauma yang baru saja dialami sewaktu gempa 14 dan 15 Januari lalu. (Har/Red)

comments