-->

Hot News

Hujan Deras Selama 2 Hari, Warga Batulicin Rayakan Idul Fitri dengan Banjir
Sabtu, Mei 23, 2020

By On Sabtu, Mei 23, 2020

Warga Desa Karang Makmur Kecamatan Batulicin bergelut dengan banjir. (Foto: Adi Putra/masalembo.com)


BATULICIN, MASALEMBO.COM - Disaat kebanyakan masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan sibuk mempersiapkan perayaan Idhul Fitri 1441 Hijriah, warga Desa Karang Makmur Kecamatan Batulicin justru disibukkan dengan banjir yang melanda hampir seluruh wilayah desa tersebut.

Air dengan ketinggian hingga 50 centimeter merendam puluhan rumah warga di Desa yang lebih akrab dikenal dengan nama Kusambi ini. Menurut Fajri, salah satu warga, banjir disebabkan oleh tingginya intensitas hujan selama dua hari belakangan. "Hujannya 'labar banar' mulai semalam," jelasnya saat diwawancari, Sabtu (23/5/2020) sore.

Senada, salah satu aparatur Desa Sumber Makmur yang tak menyebut namanya mengatakan, di desanya memang telah terjadi banjir selama dua hari. Ia mengatakan air sudah sedikit surut dan saat ini tinggal beberap puluh centimeter.

Untuk diketahui, hujan memang mengguyur wilayah Kabupaten Batulicin selama seminggu terakhir ini. Hujan cukup lebat dan hampir merata di seluruh wilayah. Akibatnya, di beberapa daerah yang memiliki dataran rendah dan menjadi wilayah yang dilalui saluran sungai, menjadi terendam bnjir. (*)


Lapran: Adi Putra
Editor: Harmegi Amin

Tanah Bumbu Tambah 12 Orang Positif COVID-19, 5 Orang Berstatus ASN
Minggu, Mei 17, 2020

By On Minggu, Mei 17, 2020

Peta sebaran COVID-19 Tanah Bumbu Kalimantan Selatan. (Ist/masalembo.com)


BATULICIN, MASALEMBO.COM - Sehari setelah dinyatakan adanya 5 orang yang sembuh, hari ini Sabtu (16/5/2020) bertambah 12 orang positif terjangkit COVID-19 di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Hasil swab 12 warga tersebut dinyatakan positif terpapar COVID-19 dan dipublikasi Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Kalsel.

Dari 12 orang tersebut, ternyata 5 orang diantaranya adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu. "Iya benar dari ASN kita. Ada 5 orang yang positif dari hasil swab. ASN ini ada yang eselon 3, eselon 4 dan staf," jelas Rooswandi Salem, Sekertaris Daerah Tanah Bumbu.


Menurut Rooswandy, kelima ASN itu akan dirawat sesuai dengan protokol yang berlaku. "Sesuai SOP, kita akan karantina kemudian akan dirujuk ke provinsi untuk ditempatkan dalam pengawasan, karena mereka semua tanpa gejala (OTG)," jelasnya.


Rooswandi juga menjelaskan bahwa kelima ASN itu akan mendapatkan perawatan yang maksimal. Oleh karenanya mereka akan dirujuk dan dirawat di asrama Bapelkes atau BPSDM Banjarbaru. "Disana mereka sudah disiapkan dokter gizi, psikiater dan aktivitas olahraga agar kesehatan tubuh terjaga," jelasnya. (*)


Laporan: Adi Putra
Editor: Harmegi Amin

Tertangkap, Buaya yang Tewaskan Devi ternyata Ompong
Jumat, Mei 15, 2020

By On Jumat, Mei 15, 2020

Menangkap buaya. Warga yakin buaya itu penyebab kematian Devi, warga Desa Sebamban Kampung, Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan. (Adi Putra/Masalembo.com)


TANAHBUMBU, MASALEMBO.COM - Pada Senin (11/5/2020) lalu warga Tanah Bumbu digemparkan oleh berita tentang kematian Devi (17 tahun). Gadis muda yang tewas diterkam buaya di Sungai Sembamban, Desa Sebamban Kampung, Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan. 

Devi tewas setelah dirinya diterkam buaya dan diseret sejauh 50 meter dari lokasi ia berenang di pinggir sungai Sebamban bersama dua orang temannya. Untung, jasadnya masih bisa diselamatkan setelah beberapa jam dilakukan pencarian oleh keluarga dan masyarakat sekitar dengan menggunakan jasa pawang buaya.

Setelah tragedi itu, Pemerintah Desa Sebamban Kampung bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan terus melakukan upaya penangkapan buaya yang menerkam Devi untuk direlokasi ke Pusat Penangkaran Buaya yang telah disiapkan. 

Pada Rabu (13/5/2020), berhasil ditangkap seekor buaya namun ditengarai bukan yang menerkam Devi. Karena buaya yang tertangkap panjangnya hanya 2 meter. Sedangkan menurut kesaksian teman berenang Devi, buaya yang menerkam Devi itu panjangnya sekitar 4 hingga 5 meter.

Akhirnya ini Kamis (14/5/2020) buaya yang disebut-sebut telah menerkam Devi itu berhasil ditangkap. Namun keberhasilan penangkapan buaya itu memunculkan cerita lucu. Karena ternyata buaya itu ompong alias sudah tidak memiliki gigi sama sekali. "Giginya ompong, tidak ada sama sekali," ujar salah satu warga yang ikut dalam penangkapan.

Itulah yang semakin meyakinkan masyarakat bahwa buaya itulah yang menewaskan Devi beberapa waktu yang lalu. Dimana memang tidak ditemukan bekas luka gigitan di tubuh Devi, namun hanya berupa memar di beberapa bagian kaki dan lengangannya. "Buaya itu mungkin sudah lapar sekali tapi karena giginya ompong, dia tidak bisa makan," ujar warga lainnya dalam bahasa dan logat banjar yang khas. (*)


Laporan: Adi Putra
Editor: Harmegi Amin

PT Qinfa Mining Industry Siap Menambang Batubara di Kotabaru
Kamis, Mei 14, 2020

By On Kamis, Mei 14, 2020

Shirley Shie (tengah baju putih), dalam pertemuan dengan Pemkab Kotabaru di ruang rapat Setda. (Foto: Adi Putra/Masalembo.com)


KOTABARU, MASALEMBO.COM - Disaat perhatian seluruh masyarakat fokus menghadapi pandemi COVID-19, PT Qinfa Mining Industry (QMI) tetap fokus pada upaya bisnisnya untuk menambang batubara di Kotabaru. Tidak tanggung-tanggung, sekitar 5.728 hektar lahan siap ditambang oleh perusahaan asal China ini.

Keseriusan PT Qinfa Mining Industry untuk segera menambang disampaikan Shirley Shie, Presiden Divisi Investasi PT Qinfa Mining Industry dalam Pertemuannya dengan Pemerintah Kabupaten Kotabaru yang dihadiri Sekda Said Akhmad di ruang kerjanya, Rabu (6/5/2020) lalu.

Shirley menyatakan pihaknya sudah siap untuk segera mengoperasikan tambangnya yang berlokasi di wilayah Kecamatan Kelumpang Selatan, Kelumpang Barat dan Pamukan. "Saat ini kami sudah proses pengeboran. Selama 10 bulan sudah mulai operasi produksi nanti,” jelas Shirley dibantu penerjemahnya.

Shirley juga menjelaskan bahwa perusahaannya akan menambang secara underground atau menggunakan terowongan. Adapun produksinya diperkirakan mencapai 10 juta ton pertahun. Produksi batubara itu tidak hanya untuk mensuplai pasar lokal, tapi juga akan diekspor untuk memenuhi permintaan luar negeri.

Said Akhmad dalam pertemuan itu juga kepada wartawan menyatakan bahwa Pemkab Kotabaru hanya berperan dalam advice planning berupa penyesuaian tata ruang. "Kita mendukung karena underground ini kan operasinya di bawah tanah jadi tidak mengganggu misalkan ada perkebunan di permukaan,” jelas Said.

Terkait perizinan, Said Akhmad menyatakan bahwa saat ini Izin Usaha Pertambangan (IUP) merupakan kewenangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi. Kepada pihak Qinfa Mining Industry, Pemkab hanya meminta komitmen untuk menggunakan minimal 50% tenaga lokal. “Mereka komitmen memberikan bantuan menghibahkan anggaran ke pemerintah daerah dalam rangka mendukung pembangunan infrastruktur, dan CSR-nya,” ungkap Said. (*)

Laporan: Adi Putra
Editor: Harmegi Amin

Bupati Kotabaru Lancarkan Kampanye Lawan COVID-19 Door to Door
Kamis, Mei 14, 2020

By On Kamis, Mei 14, 2020

Bupati Kotabaru Sayed Jakfar door to door sambangi warga. (Foto: Adi Putra/Masalembo.com)


KOTABARU-MASALEMBO.COM - Bupati Kotabaru, Sayed Jakfar Alydrus (SJA) mendapatkan perhatian luas. Pasalnya Sang Bupati ini menggalakkan kampanye dan himbauan melawan COVID-19 dengan mendatangi rumah-rumah warganya. 

Door to Door hari ini Rabu (13/05) SJA terpantau sedang mendatangi rumah warganya di Desa Batuah Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru. "Disana saja, biar saya yang kesitu," ujar SJA pada seorang warga yang terlihat hendak menemput Sang Bupati.

Dalam kunjungan kerumah-rumah warga, Bupati Bumi Saijaan itu membagikan masker dan beras kepada warga. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga diberi masker. "Pakai masker kalau keluar rumah," pesan bupati SJA pada warganya.

Ditanya mengenai kegiatan door to door itu, Sayed Jakfar mengatakan sengaja melakukan itu ke setiap warga agar kesadaran memakai masker dan menjaga jarak dapat dilaksanakan secara disiplin oleh warga Kotabaru. 

Saat ini diketahui bahwa Kotabaru memiliki satu kasus positif COVID-19. Dia merupakan tenaga kesehatan yang dari hasil swab testnya positif terinfeks virus yang berasal dari Kota Wuhan China itu. (*)

Laporan: Adi Putra
Editor: Misbah

Pemkab Tanah Bumbu Mulai Distribusikan BLT Dana Desa
Sabtu, Mei 09, 2020

By On Sabtu, Mei 09, 2020

Pendistribusian BLT oleh Pemkab Tanah Bumbu warga di tiga desa Kecamatan Kusan Hilir, Sabtu 9 Mei 2020. (Foto: Adi Putra)


BATULICIN-MASALEMBO.COM - Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) sudah mulai didistribusikan kepada masyarakat. Pada hari ini, Sabtu (9/5/2020) dilakukan penyerahan BLT di tiga desa di Kecamatan Kusan Hilir, yaitu Desa Pakkatellu, Rantau Panjang Hulu dan Salimuran.

Sebanyak 27 KK di Desa Pakatellu, 18 KK di Rantau Panjang Hulu dan 78 KK di Desa Salimuran masing-masing menerima Rp600 ribu dan akan menerima selama April, Mei dan Juni berdasarkan Ketentuan Kementerian Desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Tanah Bumbu, Nurul Fajery, menyatakan bahwa BLT-DD diberikan kepada masyarakat tidak mampu yang belum menerima bantuan sosial lain yang dikelola Kemensos seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). 

“Mereka ini yang  dapat bantuan seperti pedagang kecil, pekerja harian atau buruh lepas. Namun belum pernah dapat bantuan sebelumnya dari program lain,” ujar Nahrul Fajery.

Hadir dalam acara itu anggota DPRD Tanah Bumbu, Syamsisar dan Andi Erwin serta masing-masing Kepala Desa dan aparaturnya. (*)


Laporan: Adi Putra
Editor: Harmegi Amin

Ketua DPRD Harap PSBB Dapat Segera Diberlakukan di Tanah Bumbu
Rabu, Mei 06, 2020

By On Rabu, Mei 06, 2020


BATULICIN, MASALEMBO.COM - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanah Bumbu, H. Supiansyah, menilai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) perlu segera diberlakukan di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. 

Hal itu dikarenakan saat ini kondisi penularan COVID-19 di Bumi Bersujud sudah cukup mengkhawatirkan. Menurutnya, pemberlakuan PSBB harus dilalukan segera. "Apakah harus menunggu setengah penduduk Tanah Bumbu terpapar Covid-19 baru PSBB itu diberlakukan,” ujar Supiansyah, Rabu (6/5/2020)

Politisi PDI Perjuangan ini juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah berulangkali meminta agar Pemda Tanah Bumbu terus mengupayakan agar Pemerintah Pusat atau dalam hal ini Kementerian Kesehatan menyetujui pemberlakuan PSBB di Tanah Bumbu ini. Permintaan itu Ia lakukan dengan pertimbangan bawah ada peningkatan yang cukup signifikan dalam penyebaran COVID-19 di Tanah Bumbu.

"Wilayah kita ini sudah semakin kritis. Ada 238 OTG, 270 ODP, dan 3 PDP, serta 29 terkonfirmasi positif yang masih dalam perawatan. Jadi, kami minta pemberlakuan PSBB ini terus diupayakan agar penyebaran virus Corona tak semakin meluas," ujar Haji Upi, Panggilan akrab H. Supiansyah, diakhir wawancara via WhatsAap. (*)


Penulis: Adi Putra
Editor: Harmegi Amin